Batam, Nagoyapos – Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini terus digencarkan Polda Kepulauan Riau. Melalui jajaran Satuan Lalu Lintas, Polda Kepri menggelar kegiatan Police Go To School di SMKN 7 Batam, Senin (19/1/2026).
Kegiatan edukatif tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kepri Kompol Ida Mardiana Qadirun, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membangun kesadaran hukum serta membentuk karakter generasi muda agar lebih disiplin dan bertanggung jawab di jalan raya.
Sejak pagi, ratusan siswa-siswi SMKN 7 Batam tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Personel kepolisian memberikan edukasi seputar aturan berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, hingga pentingnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum mengendarai kendaraan bermotor.
Tak hanya itu, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai bahaya pelanggaran lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, melanggar lampu merah, serta berkendara tanpa kelengkapan surat-surat kendaraan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, menyampaikan bahwa kegiatan Police Go To School merupakan langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepri dapat ditekan,” ujar Kabidhumas Polda Kepri.
Lebih dari sekadar edukasi, program Police Go To School juga bertujuan membentuk karakter pelajar agar lebih bertanggung jawab saat berkendara, menghargai sesama pengguna jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan bersama.
Dengan meningkatnya kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar, Polda Kepri berharap potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisasi. Program ini pun diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kepulauan Riau. (r)



















