<

Tak Sampai 1 Jam! Singapura–Batam Bakal Ditempuh Hitungan Menit Pakai AirFish Voyager Mulai 2026

Tak Sampai 1 Jam! Singapura–Batam Bakal Ditempuh Hitungan Menit Pakai AirFish Voyager Mulai 2026
Airfish Voyager siap menjalani rute Batam-Singapura pertengahan tahun 2026 ini (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Waktu tempuh perjalanan antara Singapura dan Batam dipastikan akan berubah drastis. ST Engineering AirX resmi mengumumkan rencana pengoperasian AirFish Voyager, kendaraan inovatif berteknologi Wing-in-Ground (WIG), yang dijadwalkan mulai melayani rute Singapura–Batam pada pertengahan 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Singapore Airshow dan dikutip dari Berita Harian edisi 4 Februari 2026. AirFish Voyager kerap disebut sebagai “kapal mirip hoverkraf”, namun memiliki kecepatan jauh di atas feri konvensional, sekaligus lebih hemat energi dibandingkan pesawat jarak pendek.

Kecepatan Tiga Kali Lipat Feri Biasa

Daya tarik utama AirFish Voyager terletak pada kecepatannya. Kendaraan ini mampu melaju hingga 100 knot atau sekitar 185 kilometer per jam dengan meluncur di atas permukaan air.

Sebagai perbandingan, feri cepat yang saat ini melayani rute Singapura–Batam umumnya hanya beroperasi dengan kecepatan sekitar 30 knot.

Dengan teknologi ini, perjalanan laut yang biasanya memakan waktu sekitar satu jam diprediksi bisa dipangkas menjadi hitungan menit, memberikan efisiensi tinggi bagi pelancong bisnis maupun wisatawan.

ST Engineering Gandeng BatamFast

Untuk merealisasikan layanan super cepat ini, ST Engineering AirX menjalin kemitraan strategis dengan BatamFast, operator feri besar yang saat ini mengoperasikan 18 jadwal perjalanan harian antara Singapura dan Batam.

“ST Engineering AirX akan memeterai perkongsian strategik dengan pengendali feri BatamFast untuk menyediakan perkhidmatan tersebut,” tulis laporan resmi yang dipublikasikan pada Rabu (4/2/2026).

Kolaborasi ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam konektivitas lintas negara di kawasan Selat Singapura.

Mengenal Teknologi Wing-in-Ground (WIG)

Meski tampil menyerupai pesawat kecil, AirFish Voyager bukanlah pesawat. Kendaraan ini bekerja dengan memanfaatkan efek daratan (ground effect), yaitu fenomena aerodinamika yang terjadi saat sayap bergerak sangat dekat dengan permukaan air.

Secara teknis, berikut spesifikasi AirFish Voyager:

Mekanisme: Sayap menciptakan bantalan udara bertekanan tinggi untuk meningkatkan daya angkat dan mengurangi hambatan.

Dimensi: Panjang 17 meter dan lebar 15 meter.
Kapasitas: 8 penumpang dan 2 kru.

Keamanan: Sedang menjalani proses sertifikasi ketat oleh Bureau Veritas sesuai standar keselamatan maritim internasional.

Bidik Asia Tenggara hingga India

ST Engineering AirX tak hanya membidik rute Singapura–Batam. Perusahaan ini juga tengah menjajaki ekspansi ke berbagai negara Asia Tenggara, bahkan telah bekerja sama dengan Wings Over Water Ferries (WOW) untuk menghadirkan layanan serupa di India pada akhir 2026.

Kehadiran AirFish Voyager diyakini akan menjadi game changer transportasi laut regional—bukan hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperkuat citra Batam sebagai gerbang modern Indonesia di kawasan internasional (Dn)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *