<

Pantai Nongsa Batam Bau Menyengat, Polda Kepri Kejar Pelaku Pembuang Limbah

Pantai Nongsa Batam Bau Menyengat, Polda Kepri Kejar Pelaku Pembuang Limbah
Pantai Nongsa Batam tercemar limbah hitam yang menempel di dinding pantai (ist)

Batam, Nagoyapos – Pantai Nongsa di Kota Batam kembali tercemar limbah cair berwarna kehitaman yang menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini membuat warga resah karena limbah menempel di batu-batu pesisir dan diduga berasal dari aktivitas kapal di perairan sekitar. Polisi kini turun tangan menyelidiki sumber pencemaran tersebut.

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melalui Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kepri tengah menyelidiki dugaan pencemaran limbah cair di kawasan Pantai Nongsa, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Penyelidikan dilakukan setelah aparat menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya limbah berwarna kehitaman yang menimbulkan bau menyengat di pesisir pantai tersebut.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dharma Praditya Negara, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran serta mengumpulkan bukti.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Saksi-saksi sudah kami mintai keterangan. Dampaknya juga sudah kami dokumentasikan semua,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Dharma, dugaan sementara pencemaran tersebut berkaitan dengan aktivitas kapal yang melintas di perairan sekitar Nongsa. Namun hingga kini, jenis kapal maupun sumber pasti limbah tersebut masih belum diketahui.

“Informasinya dari kapal-kapal. Tapi kapal apa, itu yang belum tahu. Kapal yang melintas banyak, jadi kami masih dalami,” katanya.

Ia juga mengungkapkan adanya informasi awal bahwa kejadian serupa diduga kerap terjadi hampir setiap tahun, khususnya pada awal tahun. Meski demikian, polisi masih menelusuri apakah pola tersebut benar terjadi dan apa penyebab utamanya.

“Informasinya memang tiap tahun ada. Biasanya di awal tahun. Tapi sumbernya ini yang masih kita cari,” jelasnya.

Saat ini, penyelidikan masih difokuskan pada penelusuran sumber limbah, termasuk kemungkinan limbah dibuang di tengah laut lalu terbawa arus hingga ke pantai.

“Kami belum bisa menyimpulkan dari mana asalnya. Semua kemungkinan masih kami dalami,” tutup Dharma. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *