Baru Ganti Password, Uang Malah Raib! Kasus Pembobolan Rekening Bank CIMB Niaga Gegerkan Batam

Baru Ganti Password, Uang Malah Raib! Kasus Pembobolan Rekening Bank CIMB Niaga Gegerkan Batam
Rekening sebuah perusahaan di Bank CIMB Niaga Batam dibobol (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Kasus dugaan pembobolan rekening kembali menggemparkan Kota Batam. Kali ini, perusahaan PT XSS Batam menjadi korban dengan kerugian fantastis mencapai Rp1,86 miliar yang hilang hanya dalam hitungan menit melalui layanan BizChannel milik PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Peristiwa ini terjadi pada 23 Desember 2025 sore. Heru, perwakilan perusahaan, mengaku tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Namun, sistem justru mencatat adanya serangkaian transfer cepat ke sejumlah rekening berbeda dalam waktu yang sangat singkat.

Example 300x600

“Transaksi pertama terjadi sekitar pukul 16.57 WIB. Padahal, saya baru saja mengganti password, dan notifikasi resminya baru masuk pukul 16.59 WIB,” ungkap Heru.

Kejanggalan ini semakin menguat karena indikasi mencurigakan sebenarnya sudah muncul sejak 21 Desember 2025. Saat itu, dua transaksi mencurigakan sempat terdeteksi dan berhasil dibatalkan. Namun, upaya serupa kembali terjadi dua hari kemudian dan berujung fatal.

Merasa ada yang tidak beres, Heru sempat menghubungi pihak bank melalui marketing. Sayangnya, respons yang diterima dinilai tidak sigap dan tidak disertai langkah pengamanan seperti pemblokiran rekening.

“Jawabannya hanya ‘waduh’. Tidak ada tindakan cepat untuk mengamankan dana,” katanya.

Jebol Setelah Ganti Password

Dalam upaya mencegah hal yang tidak diinginkan, Heru langsung mengganti password akun BizChannel pada pukul 16.47 WIB. Sistem mencatat proses tersebut selesai pada pukul 16.59 WIB. Namun, fakta mengejutkan terungkap—transaksi ilegal justru terjadi pada pukul 16.57 WIB, sebelum notifikasi perubahan password diterima.

Kuasa hukum korban, Roby Handy S Batubara dari RBA Lawyers, menilai hal ini tidak masuk akal secara sistem. Menurutnya, seharusnya sistem menahan transaksi saat proses perubahan password berlangsung.

“Ini justru transaksi sudah berjalan sebelum konfirmasi perubahan selesai. Ada kejanggalan serius,” ujarnya.

Dari total dana yang raib, sekitar Rp485 juta sempat berhasil diblokir dan dikembalikan. Namun, sisa Rp1,86 miliar dinyatakan hilang.

Tak hanya itu, pola transaksi yang terjadi juga dinilai janggal. Nominal transfer disebut memiliki pola angka berulang seperti “243.243.243”, yang diduga merupakan hasil script atau program tertentu.

“Angka ini tidak lazim untuk transaksi bisnis normal. Ini patut diduga transaksi sistematis,” tegas Roby.

Hingga kini, pihak bank menyatakan bahwa seluruh transaksi dinilai valid sesuai prosedur. Namun, pihak korban menilai jawaban tersebut masih normatif dan belum menjelaskan bagaimana kredensial bisa diakses pihak lain.

Telah Dilaporkan ke Polda Kepri dan OJK

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepri pada malam hari yang sama, serta diadukan ke Otoritas Jasa Keuangan. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Dampaknya pun tidak kecil. Perusahaan terpaksa melakukan efisiensi operasional hingga pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawan akibat kerugian besar tersebut.

Sementara itu, pihak PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan telah berkomunikasi dengan nasabah dan tengah menindaklanjuti kasus ini bersama pihak berwenang.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pembobolan rekening di Batam, sekaligus memunculkan kekhawatiran serius terhadap keamanan sistem perbankan digital di Indonesia. Hingga kini, korban masih menunggu kejelasan serta pertanggungjawaban atas dana yang hilang.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *