Batam, Nagoyapos.com – Trotoar di kawasan Green Land, Batam, kembali menjadi sorotan publik. Fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki itu diduga beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini terlihat di sejumlah titik, khususnya di kawasan Greenland, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota. Kendaraan tampak memenuhi pinggir jalan hingga menutupi jalur pedestrian, membuat pejalan kaki kesulitan melintas dengan aman dan nyaman.
Seorang warga Batam, Roni, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai trotoar yang dibangun dari anggaran besar hasil pajak masyarakat justru tidak bisa dinikmati sebagaimana mestinya.
“Jadinya masyarakat Batam tidak bisa menggunakan hak. Malah digunakan untuk lahan parkirnya di trotoar. Seharusnya, Dishub Batam bisa menertibkan parkir yang menyalahi aturan,” ujarnya tegas.
Padahal, Pemerintah Kota Batam saat ini tengah gencar membangun dan mempercantik infrastruktur pedestrian di sejumlah kawasan strategis, seperti Batam Center dan Nagoya. Program ini bertujuan meningkatkan estetika kota sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Namun, realita di lapangan dinilai belum sesuai harapan. Sejumlah pengamat kebijakan publik menyoroti lemahnya pengawasan yang menyebabkan fasilitas umum tersebut tidak berfungsi optimal.
Tanggapan Warga
Keluhan disampaikan seorang warga, Erry. Ia mengaku tidak nyaman dan merasa khawatir saat melintas karena trotoar dipenuhi kendaraan.
“Seharusnya trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan parkir kendaraan. Kami jadi tidak nyaman dan khawatir saat melintas,” katanya.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan, segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan parkir liar dan mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, saat dihubungi belum memberikan tanggapan terkait permasalahan tersebut.
Editor: Risman


















