Tanjungpinang, Nagoyapos – Kabar penting bagi calon peserta didik di Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 3.874 calon murid yang belum diterima pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK tahun ajaran 2026 dipastikan masih memiliki kesempatan untuk bersekolah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau akan membuka pendaftaran SPMB Tahap II pada 6 hingga 8 Juli 2026 guna mengisi kuota sekolah negeri yang masih tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menegaskan bahwa ribuan calon murid tersebut bukan dinyatakan gagal, melainkan akan dialihkan ke sekolah negeri yang daya tampungnya masih belum terpenuhi.
“Ini bukan tidak diterima, tetapi akan mengikuti pendaftaran tahap kedua. Sistem ini kami buat agar seluruh siswa tetap bisa tertampung,” ujar Andi Agung usai rapat pleno SPMB SMA/SMK 2026 di Tanjungpinang, Senin (29/6/2026).
Batam Jadi Daerah dengan Peserta Terbanyak Belum Tertampung
Berdasarkan hasil pleno SPMB, Kota Batam menjadi daerah dengan jumlah calon murid belum diterima paling banyak, yakni 3.264 orang.
Rinciannya terdiri dari:
461 calon murid SMA
2.803 calon murid SMK
Sementara itu, Kota Tanjungpinang mencatat 409 calon murid yang belum mendapatkan sekolah negeri, terdiri dari 316 pendaftar SMA dan 93 pendaftar SMK.
Sisanya berasal dari Kabupaten Bintan dan Karimun.
Masih Ada Ribuan Kursi Kosong
Disdik Kepri mencatat total Rencana Daya Tampung (RDT) untuk SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2026 mencapai 35.452 kursi, yang terdiri atas:
20.361 kursi SMA
15.091 kursi SMK
Sementara jumlah pendaftar pada tahap pertama mencapai:
15.229 pendaftar SMA
15.247 pendaftar SMK
Menurut Andi Agung, tingginya persaingan pada sekolah-sekolah favorit, terutama SMK di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, menjadi penyebab banyak peserta belum lolos seleksi tahap pertama.
Selain itu, sejumlah peserta juga terkendala kelengkapan dokumen administrasi.
Tak Perlu Unggah Berkas Lagi
Kabar baiknya, peserta yang belum diterima tidak perlu mengunggah dokumen dari awal saat mengikuti SPMB Tahap II.
Mereka hanya diminta memilih sekolah negeri yang kuotanya masih tersedia melalui sistem yang telah disiapkan Disdik Kepri.
“Semua data kami rangkum. Mereka tidak perlu mengunggah berkas lagi, cukup memilih sekolah yang kuotanya masih tersedia pada pendaftaran tahap kedua,” jelas Andi Agung.
Peserta Akan Dialihkan ke Sekolah yang Masih Memiliki Kuota
Disdik Kepri juga akan mengarahkan peserta ke sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung, terutama SMA yang saat ini masih menyisakan sekitar 1.709 kursi kosong.
Sekolah yang kuotanya telah terpenuhi pada tahap pertama tidak akan lagi dibuka dalam pendaftaran tahap kedua.
“Nanti peserta akan diarahkan ke sekolah yang kuotanya belum penuh. Sedangkan sekolah yang kuotanya sudah terpenuhi akan ditutup pada tahap kedua,” tutup Andi Agung.
Dengan dibukanya SPMB Tahap II, Disdik Kepri berharap seluruh calon murid dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri sesuai kuota yang masih tersedia.
Risman














