<
Kepri  

Gubernur Ansar Pastikan Kepri Tak Perlu Impor Beras, Stok Aman Meski Harga Premium Masih Tinggi

Gubernur Ansar Pastikan Kepri Tak Perlu Impor Beras, Stok Aman Meski Harga Premium Masih Tinggi
Gubernur Ansar pastikan stok beras di Kepri, aman (ilustrasi)

Tanjungpinang, Nagoyapos.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memastikan hingga saat ini tidak ada rencana maupun permintaan untuk membuka keran impor beras ke wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Ansar, kebutuhan pangan masyarakat masih dapat dipenuhi dari pasokan yang tersedia. Pemerintah Provinsi Kepri bersama Perum Bulog terus memastikan stok beras di seluruh kabupaten dan kota tetap aman dan mencukupi.

“Tidak ada permintaan pembukaan keran impor. Saat ini yang terpenting adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, pemerintah terus memantau ketersediaan bahan pangan pokok di seluruh wilayah Kepri. Berdasarkan laporan yang diterima, stok beras masih berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaannya.

Bulog Jamin Pasokan Beras di Kepri

Ansar mengatakan, distribusi beras melalui Perum Bulog masih berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Bulog telah memberikan jaminan bahwa stok beras di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau dalam kondisi mencukupi.

“Bahan pangan utama kita sudah tersedia dengan baik. Bulog juga sudah menjamin kecukupan stok di setiap kabupaten dan kota,” katanya.

Harga Beras Premium Naik, SPHP Jadi Alternatif

Menanggapi tingginya harga beras premium di sejumlah daerah, Ansar mengakui kondisi tersebut memang menjadi perhatian pemerintah.

Namun, ia menilai masyarakat masih memiliki pilihan lain melalui beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan pemerintah.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengendalikan harga bersama-sama. Masih ada beras SPHP yang bisa menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya.

Ansar juga mengajak masyarakat untuk menyesuaikan pola konsumsi selama harga beras premium masih berfluktuasi.

Menurutnya, menggunakan beras SPHP sebagai alternatif merupakan langkah yang bijak untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tanpa mengurangi kecukupan kebutuhan pangan.

“Kita hanya perlu menyesuaikan kebiasaan. Tidak masalah menggunakan beras SPHP sebagai alternatif,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Pemerintah Provinsi Kepri akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan distribusi beras tetap lancar serta menjaga stabilitas harga di pasaran.

Dengan kondisi stok yang masih aman, Ansar mengimbau masyarakat agar tidak khawatir maupun melakukan pembelian beras secara berlebihan (panic buying).

Pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Kepri akan tetap terpenuhi seiring terjaganya pasokan dan distribusi beras di seluruh wilayah.

Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *