Batam, Nagoyapos – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menetapkan tiga fokus utama investasi sebagai arah pembangunan ekonomi selama lima tahun ke depan. Langkah ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi Batam sendiri menunjukkan tren positif. Pada triwulan II 2025, laju ekonomi Batam tercatat 6,66 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,3 persen.
Data BPS juga mencatat, Batam menyumbang lebih dari 66 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menegaskan capaian tersebut adalah bukti nyata kepercayaan investor.
“Data ini mengonfirmasi strategi kami: Batam adalah kota yang digerakkan oleh investasi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Tiga Fokus Utama Investasi BP Batam 2025–2029
Untuk menjaga momentum tersebut, BP Batam meluncurkan Rencana Strategis 2025–2029 dengan tiga prioritas:
1. Hub Logistik dan Perdagangan Global
Melalui modernisasi pelabuhan, bandara, serta pengembangan jasa keuangan dan perdagangan internasional.
2. Industri Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Tinggi
Fokus pada industri manufaktur maju seperti kedirgantaraan, ekonomi digital, dan industri kreatif.
3. Kawasan Ekonomi Baru dan Industri Jasa Modern
Termasuk pengembangan pariwisata kesehatan terpadu dan pembangunan waterfront city berstandar internasional.
BP Batam menegaskan, ketiga fokus tersebut bukan sekadar jargon, melainkan peta jalan konkret untuk menjadikan Batam sebagai simpul utama lalu lintas barang, jasa, dan inovasi di Asia.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
Salah satu indikator kekuatan Batam adalah lonjakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan II 2025 yang tumbuh 9,22 persen, menyumbang 3,81 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, optimistis target pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 10 persen pada 2029, atau dua poin di atas target nasional.
“Posisi strategis Batam, insentif fiskal yang kompetitif, dan ekosistem industri yang matang adalah modal penting. Kami sedang mengubah potensi Batam menjadi kinerja ekonomi nyata,” tegasnya.
Amsakar juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif dan inklusif agar momentum pertumbuhan ini terus berlanjut, terlebih dengan meningkatnya perhatian pemerintah pusat dan minat internasional terhadap Batam.
Dengan strategi ini, Batam diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia sekaligus destinasi investasi kelas dunia di era 2025–2029. (fjr)


















