Batam, Nagoyapos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan gizi yang sehat dan aman.
Salah satu langkah nyata adalah dengan menghadirkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) — sebuah program dapur gizi yang kini menjadi percontohan nasional. Hingga saat ini, Polda Kepri telah memiliki 12 dapur SPPG, dan dua di antaranya sudah beroperasi penuh.
“Sekarang ini sudah beroperasi dua dapur. Sementara 10 lainnya masih on progress. Dan yang dua itu menjadi percontohan,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Selasa (15/10/2025).
Dua dapur SPPG yang kini sudah berjalan adalah SPPG Polda Kepri di Nongsa dan SPPG Polresta Barelang di Sagulung. Keduanya menjadi model utama dalam penerapan sistem dapur gizi yang nantinya akan direplikasi di berbagai kabupaten/kota lain di Kepulauan Riau.
Menariknya, dapur SPPG Polda Kepri tak hanya melayani masyarakat di daratan utama, tetapi juga menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil, sehingga manfaat program ini bisa dirasakan secara merata di seluruh Kepri.
Seluruh pengelolaan SPPG dilakukan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kepri, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan berbagai pemangku kepentingan. Prosesnya dilakukan dengan standar ketat mulai dari bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi.
“Dari mulai bahan baku, proses masak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah, semua terjamin. Bahkan sebelum makanan didistribusikan, Biddokes akan melakukan random sampling untuk memastikan keamanan pangan,” tegas Asep.
Program ini menjadi bukti bahwa Polri, khususnya Polda Kepri, tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran dapur gizi ini diharapkan dapat membantu anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi.
Dengan langkah ini, Polda Kepri tidak hanya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum, tetapi juga pionir dalam gerakan kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat di Kepulauan Riau. (cr)


















