Batam, Nagoyapos.com – Kabar baik bagi calon peserta didik di Kota Batam yang tidak lolos masuk sekolah negeri. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam kembali melanjutkan program subsidi silang untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan di sekolah swasta.
Program ini menjadi solusi bagi tingginya persaingan masuk sekolah negeri yang setiap tahun membuat banyak calon siswa tidak mendapatkan kursi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dan masuk kategori desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kalau bahasa sederhananya mereka yang kurang mampu. Desil itu ketetapan pusat dalam memberikan bantuan pendidikan. Data tersebut kami peroleh dari Dinas Sosial,” ujar Hendri.
Tak Masuk Negeri, Siswa Tetap Bisa Sekolah dengan Bantuan Pemko Batam
Melalui program subsidi silang ini, Pemerintah Kota Batam memberikan bantuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kepada siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Besaran bantuan yang diberikan yakni:
Jenjang SD: subsidi Rp300 ribu per bulan
Jenjang SMP: subsidi Rp400 ribu per bulan
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan meski tidak diterima di sekolah negeri.
“Karena mereka tidak dapat menikmati sekolah negeri dan harus bersekolah di swasta, maka pemerintah membantu biaya pendidikan mereka melalui subsidi SPP ini,” kata Hendri.
Tidak Semua Siswa Bisa Dapat, Ini Kriterianya
Hendri menegaskan bahwa bantuan subsidi silang tidak diberikan kepada semua siswa.
Program ini khusus diperuntukkan bagi peserta didik yang memenuhi syarat pemerintah, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu berdasarkan data resmi DTSEN.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap bantuan pendidikan menjadi lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Anggaran Miliaran Rupiah Disiapkan Pemko Batam
Program subsidi silang pendidikan ini sebenarnya bukan hal baru di Batam. Hendri menyebut kebijakan tersebut telah berjalan sejak tahun lalu dan dimanfaatkan oleh sejumlah sekolah swasta di Kota Batam.
Bahkan pada tahun 2025, Pemerintah Kota Batam diketahui telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,8 miliar untuk mendukung program tersebut.
Menurut Hendri, subsidi silang juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan klasik, yakni membludaknya jumlah pendaftar sekolah negeri setiap tahun.
“Jadi pemerintah tetap hadir untuk memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan, meskipun mereka tidak tertampung di sekolah negeri,” ujarnya.
Dengan berlanjutnya program ini, diharapkan akses pendidikan di Batam semakin merata sekaligus memperkuat peran sekolah swasta sebagai mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.













