<

KPAI Kecam Pelibatan Murid dalam Aksi MBG di Batam, Sebut Bertentangan dengan Hak Anak

KPAI Kecam Pelibatan Murid dalam Aksi MBG di Batam, Sebut Bertentangan dengan Hak Anak
KPAI mengecam keterlibatan anak dalam pawai MBG oleh pelajar SD dan SMP di Batam (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Pelibatan ratusan pelajar dalam aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menuai sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga negara yang bertugas mengawasi perlindungan anak itu menilai keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip hak anak.

Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menyebut mobilisasi pelajar dalam aksi yang digelar pada Minggu (21/6/2026) itu dapat dikategorikan sebagai bentuk eksploitasi dan manipulasi anak apabila dilakukan untuk kepentingan agenda orang dewasa.

“Bentuk eksploitasi dan manipulasi anak untuk agenda politik orang dewasa,” kata Sylvana dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Menurut Sylvana, prinsip Partisipasi Bermakna Anak mengharuskan setiap keterlibatan anak dalam kegiatan publik dilakukan secara sukarela, aman, nyaman, serta memberikan ruang bagi anak untuk memahami dan menyampaikan pendapatnya secara utuh.

Namun dalam kasus aksi dukungan MBG di Batam, KPAI mempertanyakan sejauh mana para pelajar memahami substansi kebijakan yang menjadi tujuan kegiatan tersebut.

KPAI Pertanyakan Pemahaman Anak terhadap Isu MBG

Sylvana menilai anak-anak yang dilibatkan kemungkinan tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan pandangan secara independen maupun memahami secara menyeluruh terkait polemik penghentian Program Makan Bergizi Gratis di sekolah mereka.

Menurutnya, keterlibatan anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan publik tidak boleh sekadar bersifat simbolis atau hanya menjadi pelengkap massa.

“Keterlibatan anak harus dilakukan secara etis, sukarela, aman, nyaman, serta menjunjung tinggi prinsip perlindungan hak anak,” ujarnya.

KPAI juga mengungkapkan bahwa praktik eksploitasi dan manipulasi anak dalam berbagai kegiatan yang bernuansa politik maupun kepentingan kelompok tertentu masih terus ditemukan hingga saat ini.

Aksi Dukung MBG Libatkan Ratusan Pelajar

Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis menggelar aksi di Batam untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat ratusan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah ikut berjalan bersama rombongan peserta lainnya di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam.

Pelibatan pelajar dalam kegiatan itu kemudian memicu perdebatan publik, terutama karena berlangsung saat masa libur sekolah dan melibatkan peserta anak-anak dalam jumlah besar.

Disdik Batam: Itu Pawai, Bukan Demonstrasi

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengakui pihaknya memang mengumpulkan guru dan kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Meski demikian, Hendri membantah bahwa kegiatan itu merupakan aksi demonstrasi.

“Kegiatan pawai dalam rangka mendukung program MBG agar tetap berjalan,” kata Hendri.

Pernyataan tersebut memunculkan perbedaan pandangan mengenai bentuk kegiatan yang berlangsung. Di satu sisi, penyelenggara menyebutnya sebagai pawai dukungan terhadap program pemerintah. Namun di sisi lain, KPAI menyoroti aspek pelibatan anak yang dinilai harus tetap mengedepankan prinsip perlindungan dan partisipasi bermakna.

Hingga kini, polemik mengenai keterlibatan pelajar dalam aksi dukungan MBG di Batam masih menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi lebih luas mengenai batasan pelibatan anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan publik.

Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *