Nagoyapos,– Pemerintah Kota Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi nelayan melalui penyaluran bantuan sarana perikanan tangkap senilai Rp 6,78 miliar. Penyerahan bantuan digelar di Fisherism Tanjung Riau, Sekupang, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Candra.
Bantuan ini diberikan kepada 45 kelompok nelayan, mencakup berbagai sarana produksi seperti mesin tempel, boat, jaring, bento, hingga kawat bubu, sesuai kebutuhan tiap nelayan. “Bantuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pesisir,” ujar Amsakar.
Wali Kota menekankan bahwa setiap bantuan disesuaikan dengan tipologi nelayan, baik yang melaut dekat pantai maupun jauh ke tengah laut. Ia menambahkan, pola pembangunan Pemko kini mulai bergeser dari fokus infrastruktur menuju pemberdayaan masyarakat, agar nelayan lebih produktif dan sejahtera.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan rincian bantuan:
Rencana Kerja Dinas Perikanan (Rp 2,591 miliar): 51 mesin tempel 15 PK, 25 boat slodang 17 kaki, 190 jaring karang tiga lapis, 1.303 bento, 64 roll kawat bubu, 40 jaring tenggiri, dan 150 kg jaring ramban.
Pokok Pikiran DPRD (Rp 4,188 miliar): 5 mesin tempel 40 PK, 63 mesin tempel 15 PK, 117 jaring bawal, 185 jaring apollo, 233 gulung kawat bubu, 50 jaring tenggiri, 50 jaring lobster, serta berbagai boat pancung dan slodang.
“Harapannya, bantuan ini dapat meningkatkan hasil tangkap dan menekan biaya operasional nelayan,” kata Yudi. Pemerintah terus berkomitmen menghadirkan program yang tepat sasaran untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan Batam.(**)
Reporter : Herry



















