BMKG Bunyi Alarm! Fenomena Bulan Purnama Picu Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Kepri

BMKG Bunyi Alarm! Fenomena Bulan Purnama Picu Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Kepri
BMKG Stasiun Hang Nadim Batam keluarkan peringatan dini waspada banjir rob seiring fenomena fase bulan purnama di sejumlah pesisir Kepri (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Fenomena pasang maksimum yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 3 Maret 2026 memicu kewaspadaan di wilayah pesisir Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi di sejumlah daerah hingga beberapa hari ke depan.

BMKG mencatat, peningkatan ketinggian muka air laut diperkirakan berlangsung dalam periode 25 Februari hingga 8 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh pengaruh gravitasi bulan yang mencapai fase penuh sehingga memperkuat pasang laut di beberapa perairan.

Example 300x600

“Kami sudah memberi peringatan terkait banjir rob dari pekan lalu,” kata pihak BMKG.

Wilayah Terdampak Banjir Rob

Berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut laut, sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau masuk dalam kategori waspada.

Di Kota Batam, kawasan pesisir yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya.

Sementara itu di Kabupaten Lingga, potensi dampak rob diperkirakan terjadi di pesisir Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang, serta wilayah sekitarnya.

Di Kabupaten Karimun, daerah pesisir Kundur Barat, Karimun, Meral juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu mengantisipasi kenaikan air laut.

Sedangkan di Kabupaten Bintan, kawasan pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan wilayah sekitarnya berpotensi mengalami kondisi serupa.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena pasang maksimum ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat pesisir. Beberapa sektor yang berpotensi terdampak antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman warga di kawasan pantai, hingga operasional tambak dan perikanan darat.

Selain itu, genangan air laut juga berpotensi mengganggu akses jalan di wilayah pesisir yang berada di dataran rendah.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap siaga terutama saat jam pasang tertinggi, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Langkah antisipasi seperti memastikan saluran drainase berfungsi baik dan mengamankan barang-barang di rumah juga disarankan untuk meminimalkan dampak jika genangan terjadi. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *