Batam-(NagoyaPos.Com)-Perayaan Cap Go Meh 2026 di kawasan Permata Bandara, Batu Besar, Nongsa, Batam, berlangsung meriah dan penuh makna. Bertempat di Klenteng Jin Shan Tang, momentum penutup rangkaian Tahun Baru Imlek ini tidak hanya menghadirkan atraksi budaya seperti Barongsai dan Naga, tetapi juga diwarnai aksi sosial dengan mengundang dua panti asuhan di Batam.
Sejak sore hari, umat Konghucu mulai memadati halaman klenteng. Lampion merah yang menghiasi area ibadah menambah suasana hangat dan sakral. Doa bersama menjadi pembuka rangkaian acara, ditandai dengan lantunan doa dan asap dupa yang membumbung ke langit malam sebagai simbol harapan dan rasa syukur.
Atraksi Barongsai dan Naga menjadi puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Batam. Dentuman tambur memecah suasana, disambut sorak sorai anak-anak dan umat yang hadir. Gerakan lincah Barongsai serta liukan Naga yang berkilau di bawah cahaya lampu sukses memukau penonton.
Pendiri klenteng, Sam Ong, hadir bersama Ketua Yayasan Jin Shan Tang, Vincent, serta panitia pelaksana, Victoria. Menurut Victoria, perayaan Cap Go Meh ini rutin digelar dua kali dalam setahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
“Cap Go Meh bukan hanya tradisi, tetapi juga momentum berbagi. Kami ingin kebahagiaan ini dirasakan bersama, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian,” ujarnya, Selasa (3/3).
Dalam perayaan Cap Go Meh 2026 ini, panitia mengundang anak-anak dari Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan dan Panti Asuhan Darul Muhith. Anak-anak duduk di barisan depan untuk menyaksikan atraksi Barongsai secara langsung, sebelum akhirnya menikmati makan malam bersama umat dan panitia.
Ketua Yayasan Jin Shan Tang, Vincent, menegaskan bahwa makna Cap Go Meh tidak hanya terletak pada kemeriahan perayaan Imlek, tetapi juga pada nilai berbagi dan kebersamaan.
“Rezeki dan berkah akan terasa lebih lengkap ketika kita membaginya. Itu yang selalu kami pegang setiap tahun,” katanya.
Pengurus Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan, Menik Maria, mengaku terharu atas undangan tersebut. Ia menyebut anak-anak sangat antusias bisa menghadiri perayaan Cap Go Meh di klenteng dan menyaksikan Barongsai secara langsung.
“Anak-anak senang sekali, apalagi bisa menyaksikan Barongsai dan makan bersama. Ini pengalaman berharga bagi mereka,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut karena memberikan dampak positif, sekaligus menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini.
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Batam ini pun menjadi bukti bahwa tradisi budaya dapat berjalan selaras dengan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi lintas latar belakang. Di tengah cahaya lampion dan aroma dupa yang tersisa, tersimpan pesan sederhana: kebahagiaan akan selalu menemukan jalannya ketika hati mau berbagi. (**)
Reporter : RY
Editor : TJ



















