Batam-(NagoyaPos.Com) – Hanya sekitar 15 menit menyeberang dari pusat Kota Batam, tersimpan sebuah kawasan yang kaya sejarah, budaya Melayu, kuliner legendaris, dan panorama laut yang memikat. Kawasan itu adalah Belakang Padang, yang dikenal masyarakat sebagai “Pulau Penawar Rindu.”
Potensi besar itulah yang kini mulai mendapat perhatian serius dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Kepulauan Riau. Melalui kunjungan langsung ke Belakang Padang, ASPPI Kepri menyatakan komitmennya untuk mengangkat pulau tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Batam.
Rombongan ASPPI DPD Kepri yang dipimpin Wakil Ketua II, Martha, disambut Camat Belakang Padang, Hanafi, beserta jajaran di kantor kecamatan. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat promosi dan pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Tidak hanya berdiskusi, rombongan juga diajak melihat langsung sejumlah daya tarik wisata yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Belakang Padang. Mulai dari menikmati cita rasa legendaris di Kedai Kopi Ameng, menyaksikan atraksi budaya Melayu seperti permainan gasing dan tarian tradisional, hingga menikmati keindahan Pantai Pasir Putih yang menghadap langsung ke perairan Selat Singapura.
Camat Belakang Padang, Hanafi, menyambut baik perhatian yang diberikan ASPPI Kepri terhadap daerahnya. Menurut dia, pemerintah kecamatan terus berupaya memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
“Dalam waktu dekat kami akan membangun Balai Adat di Belakang Padang. Ini akan menjadi ikon baru sekaligus destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan. Kami ingin Balai Adat menjadi pusat pelestarian budaya Melayu dan memperkuat identitas Belakang Padang sebagai kawasan wisata budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASPPI DPD Kepri, Justitia Primadona, menilai Belakang Padang memiliki modal wisata yang sangat lengkap dan layak menjadi destinasi unggulan Batam.
Menurutnya, tidak banyak daerah yang memiliki kombinasi kuliner khas, budaya yang masih terjaga, sejarah panjang, event wisata tradisional, serta panorama laut yang indah dalam satu kawasan.
“Belakang Padang punya semua paket lengkap. Ada Luti Gendang, Kopi Ameng yang sudah melegenda, Cendol Botak, budaya Melayu yang masih hidup, event wisata seperti Sea Eagle Boat Race dan lomba sampan kolek, situs sejarah, hingga pemandangan laut yang luar biasa. Ini adalah hidden gem yang harus kita angkat bersama,” kata Justitia.
Ia menambahkan, ASPPI Kepri siap memanfaatkan jaringan pelaku wisata dan travel agent yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia untuk mempromosikan Belakang Padang. Bahkan, pihaknya berencana menyusun paket wisata khusus one day tour agar wisatawan dapat menikmati berbagai daya tarik pulau tersebut dalam satu kunjungan.
“Lokasinya sangat dekat dari Batam. Wisatawan bisa menikmati kuliner, budaya, sejarah, dan suasana kampung Melayu yang autentik dalam satu hari. Ini potensi besar yang harus dimaksimalkan,” tambahnya.
Melalui sinergi antara ASPPI Kepri, Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, serta Pemerintah Kota Batam, “Pulau Penawar Rindu” diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi magnet baru pariwisata Kepulauan Riau.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Belakang Padang diharapkan mampu menjadi etalase budaya Melayu pesisir yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (*)
Reporter : RY














