Batam, Nagoyapos – Warga Batam yang berencana bepergian ke Singapura menjelang akhir pekan Hari Nasional Singapura perlu bersiap menghadapi lonjakan lalu lintas di pos pemeriksaan darat Woodlands dan Tuas.
Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura memprediksi kemacetan signifikan akan terjadi pada 8–10 Agustus 2025.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah pelintas batas yang diperkirakan kembali mencetak rekor baru, seperti yang terjadi saat libur sekolah Juni lalu.
Baca juga: Pemko Batam Kucurkan Rp2,7 Miliar Dana Bergulir untuk 20 UMKM & Koperasi, Bunga Cuma 4% Per Tahun
Pada 20 Juni 2025, lebih dari 578.000 pelintas melintasi kedua pos pemeriksaan, melampaui rekor sebelumnya pada Desember 2024. Selama periode itu, rata-rata harian meningkat hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagi warga Batam yang biasanya menggunakan kapal feri ke Singapura lalu melanjutkan perjalanan darat ke Malaysia atau wilayah lain di Singapura, perlu mempertimbangkan antrean panjang hingga tiga jam, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Periksa kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan pertimbangkan penggunaan bus lintas batas yang lebih efisien dibandingkan membawa kendaraan sendiri saat periode puncak,” imbau pihak ICA.
ICA juga mengingatkan semua pelintas, termasuk dari Batam, untuk mematuhi aturan lalu lintas dan instruksi petugas demi kelancaran proses imigrasi. Sikap kooperatif akan membantu pengaturan arus kendaraan berjalan lebih aman dan tertib.
Bagi warga Batam yang tidak memiliki keperluan mendesak, disarankan menunda perjalanan ke Singapura pada periode puncak tersebut. Perencanaan yang matang dan memantau update kondisi perbatasan menjadi kunci agar perjalanan terhindar dari ketidaknyamanan.
Dengan perkiraan volume kendaraan yang tinggi, pemerintah Singapura mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan di luar jam sibuk, memanfaatkan transportasi umum, dan membawa dokumen perjalanan yang lengkap agar proses pemeriksaan imigrasi lebih cepat. (ck)



















