Batam, Nagoyapos – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Batam untuk tetap menjaga ketenangan, persatuan, serta situasi yang kondusif di tengah dinamika sosial dan pemerintahan yang berkembang belakangan ini.
Imbauan tersebut disampaikan langsung Kapolda Kepri dalam keterangan resmi di Mapolda Kepri, Senin (26/1/2026). Ia menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor utama bagi keberlangsungan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Batam sebagai kota strategis nasional.
Menyikapi berbagai perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik, Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa keberagaman di Kepri, khususnya Batam, merupakan kekuatan, bukan pemecah belah.
Ia mengajak seluruh masyarakat kembali menjadikan filosofi “Kepri Rumah Bersama” sebagai landasan utama dalam berinteraksi sosial.
“Perbedaan pandangan politik maupun sosial adalah hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun semua itu harus tetap berada dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi persatuan,” tegasnya.
Kapolda Kepri juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kuat. Menurutnya, keamanan adalah fondasi utama agar investasi, dunia usaha, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan optimal.
Nilai Bhinneka Tunggal Ika
Dalam keterangannya, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin turut menekankan kembali esensi kebangsaan melalui nilai Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyebut semboyan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menempatkan persatuan bangsa di atas segala perbedaan.
“Di Kepri ini, terkhusus Batam, meski kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, kita adalah satu keluarga besar yang tinggal di rumah yang sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda Kepri menegaskan bahwa Polri mendukung penuh jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Ia berharap masyarakat memberi ruang kepada pemerintah untuk bekerja serta melakukan evaluasi secara objektif dan konstruktif.
“Jangan biarkan narasi-narasi provokatif memecah belah kita. Esensi Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk mencari titik temu di tengah perbedaan, bukan memperlebar jurang pemisah,” kata Asep Safrudin.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah hukum Polda Kepri untuk terus mengedepankan langkah-langkah preventif serta menjalin komunikasi intensif dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Batam yang aman adalah kunci kesejahteraan kita semua. Mari kita jaga bersama agar kota ini tetap menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal dan bekerja,” pungkas Kapolda Kepri. (r)


















