Batam  

Showroom Mobil Diduga Tipu Puluhan Warga Batam, Kerugian Miliaran, Pelaku Menghilang

Puluhan korban dugaan penipuan showroom mobil mendatangi Polresta Barelang, Rabu (1/4), untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang merugikan hingga miliaran rupiah.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Kasus dugaan penipuan berkedok bisnis showroom mobil di Batam terus bergulir dan kini memasuki babak baru. Puluhan korban mendatangi Polresta Barelang, Rabu (1/4), guna mempertanyakan perkembangan laporan yang telah mereka ajukan.

Kedatangan para korban ini merupakan bentuk keresahan atas belum adanya kejelasan hukum terhadap kasus yang diduga melibatkan pemilik showroom mobil berinisial NO, yang dikenal dengan nama Chaniago. Mereka berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan penyelidikan dan mengungkap keberadaan pelaku.

Example 300x600

Dalam kasus ini, pelaku diduga menggunakan berbagai modus untuk memperdaya korban. Mulai dari menawarkan jasa pengurusan balik nama BPKB, meminjam dokumen kendaraan, hingga transaksi jual beli mobil. Bahkan, pelaku juga diduga melakukan penggadaian BPKB serta pemalsuan dokumen kendaraan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 28 orang telah melapor sebagai korban dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Salah satu korban, Purnaji, mengaku mengalami kerugian setelah menjual mobil Honda Brio miliknya kepada pelaku seharga Rp119 juta. Ia mengaku percaya karena sebelumnya sudah beberapa kali melakukan transaksi.

“Dia bilang butuh unit. Karena sudah kenal lama dan pernah ambil mobil ke saya, jadi saya percaya. Tapi setelah itu tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya.

Korban lainnya, Yuli, juga mengalami kerugian setelah meminta bantuan pelaku untuk proses balik nama kendaraan. Namun, mobil tersebut justru diduga digadaikan ke pihak leasing menggunakan dokumen yang diduga tidak sah, hingga akhirnya ditarik.

“Saya hanya mau balik nama dari anak ke suami, karena anak saya di luar negeri. Saya percaya karena sudah seperti keluarga. Tapi tiba-tiba leasing datang menarik mobil,” katanya.

Hal serupa dialami Nanang yang mengaku BPKB mobilnya dipinjam sejak Agustus lalu dengan alasan sementara. Namun hingga kini, dokumen tersebut belum juga dikembalikan.

“Awalnya bilang cuma tiga bulan, tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” ujarnya.

Sementara itu, Dwi Sunarti mengaku dirugikan dalam transaksi tukar tambah mobil di showroom milik pelaku. Ia menyebut tidak pernah menerima BPKB kendaraan yang dijanjikan.

“Saya tanyakan terus, jawabannya masih sama bos. Setelah itu orangnya hilang,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, showroom milik pelaku diketahui berada di kawasan Botania Batam Center dan SP Plaza Batu Aji. Namun, saat ini kedua lokasi tersebut dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi.

Pihak kepolisian melalui penyidik Satreskrim Polresta Barelang telah menerima para korban dan melakukan pemeriksaan guna memperdalam kasus ini. Sejumlah korban juga telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *