Hukum  

Viral! 5 Remaja di Batam Tertangkap Curi Motor, Ngaku Hasilnya untuk Makan dan Check-in

Viral! 5 Remaja di Batam Tertangkap Curi Motor, Ngaku Hasilnya untuk Makan dan Check-in
Aksi remaja mencuri motor berhasil digagalkan warga Sagulung Batam (tangkapan layar)

Batam, Nagoyapos – Aksi lima remaja di bawah umur di Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bikin geger warga setelah mereka tertangkap mencuri sepeda motor. Video penangkapan mereka pun viral di media sosial dan menuai beragam komentar pedas dari netizen.

Dalam video berdurasi 4 menit 35 detik yang beredar, para remaja terlihat pasrah saat diamankan warga. Mereka tanpa ragu mengaku bahwa sebagian motor hasil curiannya telah dijual murah.

Example 300x600

“Rp 450 ribu, sisanya buat makan sama check-in, Bang,” ungkap salah satu pelaku dengan santai, seperti terdengar dalam video yang beredar, Jumat (19/9/2025).

Tak hanya itu, salah satu remaja mengaku nekat mencuri motor di kawasan Saguba, Sagulung, saat jamaah sedang menunaikan salat Magrib di Masjid Al Ikhlas.

“Saya ambil di Saguba, pas orang salat Magrib. Itu motornya nggak saya jual, masih ada di saya,” ucapnya.

Pengakuan lain juga datang dari pelaku berbeda yang mengaku beraksi di kawasan SMK 5 Batam. Motor curian itu disebut telah dijual ke wilayah Jembatan 4 Barelang.

“Motornya sudah kami jual, Bang. Ambil motor hari Jumat kemarin,” katanya.

Mirisnya, para remaja ini hanya bermodal sepasang gunting untuk melancarkan aksinya. Mereka merusak kunci motor sebelum kabur membawa kendaraan korban.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lima remaja dengan usia 13 hingga 16 tahun telah diamankan pihak kepolisian.

“Ada lima orang remaja di bawah umur yang diamankan warga pada Rabu (17/9) malam. Saat ini sudah kami amankan,” ujarnya.

4 dari 5 Pelaku Jadi Tersangka

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat dari lima remaja sebagai tersangka, sementara satu lainnya masih dalam pendalaman lebih lanjut.

“Empat orang sudah ditetapkan tersangka. Satu pelaku masih kami dalami karena meskipun dia mengaku, kami tetap menunggu laporan dan bukti,” jelasnya.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan seorang korban yang kehilangan motor di parkiran masjid. Setelah melakukan pencarian, korban mendapati motornya berada di rumah salah satu pelaku. Warga yang mengetahui hal itu langsung menggerebek remaja-remaja tersebut sebelum diserahkan ke polisi.

Kini, para pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengusut kemungkinan adanya jaringan penadah motor curian yang terlibat. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *