Bandung, Nagoyapos – Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam di hati pecinta sepak bola Tanah Air. Namun, mantan kapten Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Atep, menilai momen ini harus menjadi bahan bakar untuk kebangkitan menuju Piala Dunia 2030.
“Ya tentu kami semua kecewa. Harapan masyarakat Indonesia ini besar sekali agar timnas bisa berlaga di Piala Dunia. Tapi mungkin memang belum waktunya,” ujar Atep saat dihubungi di Bandung, Selasa (14/10/2025).
Menurut Atep, kegagalan ini bukan sekadar persoalan hasil di lapangan, tetapi menjadi refleksi penting atas kualitas dan mental yang perlu terus diasah, terutama saat menghadapi tim-tim tangguh seperti Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi.
“Kita harus belajar dari kekurangan ini. Ini jadi modal besar untuk Piala Dunia 2030 nanti agar Indonesia bisa tampil lebih siap dan matang,” tegasnya.
Modal Besar Menuju Piala Dunia 2030
Atep optimistis, masa depan sepak bola Indonesia tetap cerah. Menurutnya, komposisi pemain muda potensial, pelatih berkompeten, serta dukungan penuh dari PSSI dan masyarakat menjadi fondasi kuat untuk menatap ajang internasional berikutnya.
“Sekarang kita punya banyak pemain muda berbakat yang tampil di luar negeri. Kalau mereka terus berkembang dan kompetisi kita juga semakin sehat, bukan mustahil Indonesia bisa bersaing di level dunia,” ujar pemain yang dikenal dengan julukan Lord Atep ini.
Pesan untuk Suporter: Dukung, Bukan Hujat
Tak hanya bicara soal teknis, Atep juga menyoroti peran besar suporter dalam menjaga moral tim nasional. Ia mengajak publik untuk tetap memberikan dukungan konstruktif alih-alih kritik berlebihan yang justru bisa mematahkan semangat para pemain.
“Sepak bola itu permainan tim. Semua pemain pasti ingin memberikan yang terbaik saat diberi kepercayaan. Mari kita dukung mereka dengan positif, bukan menghujat,” tegasnya.
Dengan semangat optimisme, Atep berharap kegagalan menuju Piala Dunia 2026 ini menjadi titik balik kebangkitan sepak bola Indonesia, menuju mimpi besar tampil di Piala Dunia 2030.
“Kegagalan hari ini bukan akhir. Justru inilah bahan bakar untuk masa depan yang lebih gemilang,” pungkas Atep. (r)


















