Kemenhub Tunda Rute Roro Batam–Johor, ASDP Diminta Matangkan Kesiapan Teknis!

Cuaca Membaik, Pelayaran di Kepri Kembali Normal, Rute Feri dan Ro-Ro dari Batam Ramai Penumpang
Arus penyeberaan menggunaka kapal RoRo melalui Pelabuhan Telaga Punggur Batam kembali normal, pasca membaiknya cuaca maritim (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Harapan masyarakat Batam untuk segera menikmati layanan kapal Roro lintas internasional Batam–Johor tampaknya harus kembali bersabar. Pemerintah memastikan rute tersebut belum bisa beroperasi tahun ini, karena masih dalam tahap kajian teknis dan pengawasan lintas instansi yang harus benar-benar matang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa rencana pengoperasian kapal Roro yang menghubungkan Batam (Indonesia) dan Johor (Malaysia) masih berada dalam pembahasan internal di Kementerian Perhubungan.

Example 300x600

“Masih dalam pengkajian di internal dulu. Dalam waktu dekat akan kembali dikaji, kita minta Dirjen Laut dan Darat untuk mematangkan trayek ini,” ujar Menteri Dudy di Jakarta, seperti dikutip batampos, Kamis (6/11/2025).

Kemenhub Tak Ingin Terburu-buru Buka Jalur Internasional

Kajian teknis tersebut juga melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai operator kapal Roro. Pemerintah, kata Dudy, tidak ingin tergesa-gesa membuka rute internasional sebelum semua aspek — baik teknis, regulasi, maupun pengawasan — benar-benar siap.

Menurutnya, rute Roro Batam–Johor bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan lintas batas antarnegara yang memiliki potensi risiko keamanan dan hukum tinggi.

“Batam kan dekat dengan negara tetangga. Tentu potensi penyelundupan besar kalau Roro ini beroperasi. Kita perlu pertimbangan matang agar tidak kecolongan dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” tegas Dudy.

Pemerintah Perketat Pengawasan Lintas Instansi

Untuk itu, Kemenhub meminta sinergi lintas instansi, termasuk Bea Cukai, Kepolisian, Imigrasi, dan pihak pelabuhan, agar pengawasan di lapangan nanti benar-benar kuat.

“Kalau sudah jalan, harus ada sistem pengawasan yang kuat. Jadi tidak cukup hanya izin berlayar, tapi juga kesiapan lintas instansi,” tambah Dudy.

Langkah ini dinilai penting agar rute internasional baru tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi antarnegara.

ASDP Batam Pernah Targetkan Beroperasi 2025

Sebelumnya, pada Mei lalu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam telah mengumumkan rencana pembukaan rute penyeberangan internasional Batam–Johor Bahru melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam.

ASDP bahkan menargetkan jalur tersebut beroperasi pada semester kedua tahun 2025 guna memperkuat konektivitas ekonomi, logistik, dan wisata antara Indonesia dan Malaysia.

Namun, dengan adanya pengkajian ulang dari Kemenhub, target tersebut kini terancam mundur. Pemerintah tengah meninjau ulang kesiapan pelabuhan, armada, serta sistem administrasi lintas batas, mengingat pelayaran internasional membutuhkan standar keselamatan dan keamanan lebih tinggi dibandingkan pelayaran domestik.

Kapal Roro Akan Angkut Kendaraan dan Penumpang

Selain kesiapan pelabuhan, aspek keselamatan kapal dan kelayakan armada juga menjadi perhatian utama. Kapal Roro nantinya akan mengangkut penumpang beserta kendaraan pribadi mereka ke Johor, sehingga aspek keselamatan dan stabilitas kapal menjadi krusial.

Menteri Dudy menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan bentuk penundaan tanpa alasan, tetapi langkah kehati-hatian agar rute lintas negara tersebut bisa berjalan efektif, aman, dan memberi manfaat ekonomi bagi kedua negara.

“Kita ingin memastikan semua prosedur dan regulasi terpenuhi dulu sebelum beroperasi,” tutupnya.

Harapan Baru untuk Konektivitas Kepri–Malaysia

Rute Batam–Johor sendiri digadang-gadang menjadi jalur transportasi strategis yang mampu mendorong pariwisata, perdagangan, dan arus logistik di kawasan perbatasan. Jika terealisasi, rute ini akan menjadi alternatif baru selain kapal cepat (ferry) yang kini mendominasi koneksi antarnegara.

Meski belum bisa beroperasi tahun ini, masyarakat berharap proses kajian Kemenhub bisa segera rampung agar layanan kapal Roro internasional Batam–Johor bisa menjadi kenyataan di tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *