Kepri  

Wagub Kepri Siapkan 10 Ribu Hektar Budidaya Rumput Laut di Lingga, 5 Ribu Nelayan Bisa Raup Rp10 Juta per Bulan

Wagub Kepri Siapkan 10 Ribu Hektar Budidaya Rumput Laut di Lingga, 5 Ribu Nelayan Bisa Raup Rp10 Juta per Bulan
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamur menyebutkan Pemprov Kepri menyiapkan 10 ribu hektar pengembangan budi daya rumput laut di Lingga (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan pengembangan besar-besaran budidaya rumput laut di Kabupaten Lingga. Program strategis ini digadang-gadang menjadi penggerak utama ekonomi pesisir dengan total lahan mencapai 10 ribu hektar dan melibatkan sekitar 5 ribu nelayan.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pengembangan sektor rumput laut tersebut akan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi baru masyarakat pesisir Kepri sekaligus memperkuat sektor kelautan berbasis masyarakat.

Example 300x600

“Besok sore saya ke Lingga dan salat Iduladha di sana, sekalian melihat budidaya rumput laut yang menjadi ekonomi Kepri juga,” kata Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (25/5/2026).

Target 10 Ribu Hektar, Libatkan 5 Ribu Nelayan

Nyanyang menjelaskan, pemerintah daerah bersama kementerian terkait saat ini tengah mempersiapkan kawasan budidaya secara bertahap.

Dari total usulan pengembangan mencapai 10 ribu hektar, sekitar 500 hektar lahan saat ini telah tersedia dan akan terus diperluas hingga mencapai target awal 5 ribu hektar.

Program tersebut nantinya akan melibatkan langsung masyarakat pesisir. Pemerintah merancang satu kepala keluarga (KK) mengelola sekitar dua hektar lahan budidaya rumput laut.

Skema ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan keluarga nelayan di Kabupaten Lingga.

Penghasilan Nelayan Bisa Tembus Rp10 Juta per Bulan

Menurut Nyanyang, budidaya rumput laut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dalam satu siklus panen sekitar 45 hingga 60 hari, produktivitas rumput laut diperkirakan mencapai sekitar 5 ton per hektar.

Artinya, bila satu keluarga mengelola dua hektar lahan, potensi penghasilan bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan.

“Panen per hektarnya sekitar 5 ton. Kalau dua hektar, satu KK bisa mendapat penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan,” ujarnya.

Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mengurangi ketergantungan nelayan terhadap hasil tangkapan laut yang kerap dipengaruhi kondisi cuaca.

Hilirisasi Disiapkan, Produk Rumput Laut Siap Ekspor

Tak hanya fokus pada budidaya, Pemprov Kepri juga menyiapkan pengembangan industri hilirisasi rumput laut mulai dari proses pengolahan hingga pemasaran ke pasar internasional.

Produk turunan rumput laut nantinya akan diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri, mulai dari kosmetik, obat-obatan, bahan pangan olahan, hingga tepung berbahan dasar rumput laut.

Nyanyang memastikan rantai bisnis dari hulu hingga hilir telah dipersiapkan agar hasil budidaya masyarakat memiliki kepastian pasar.

“Pasarnya dari hulu ke hilir sudah kita siapkan. Ada untuk ekspor, kosmetik, obat-obatan hingga tepung olahan,” kata Nyanyang.

Dengan program ini, Kabupaten Lingga diproyeksikan menjadi salah satu sentra budidaya rumput laut terbesar di Kepulauan Riau sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai daerah maritim berbasis ekonomi biru.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *