PWI Batam Nyalakan Api Literasi di SMPN 52, Semangat HPN 2026 Menyapa Pelajar

PWI Batam Nyalakan Api Literasi di SMPN 52, Semangat HPN 2026 Menyapa Pelajar

Batam-(NagoyaPos.Com)-Ruang Laboratorium SMP Negeri 52 Batam, Senin (12/1/2026), menjadi saksi lahirnya semangat baru literasi dan jurnalistik di kalangan pelajar. Tim Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam hadir membawa misi edukatif dalam rangka menyemarakkan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Sebanyak 115 siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan literasi dan jurnalistik dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PWI Batam menanamkan budaya membaca, berpikir kritis, dan menulis sejak dini di tengah derasnya arus informasi digital.

Example 300x600

Pemateri dari Bidang Pendidikan PWI Batam, Arment Aditya, memaparkan kondisi literasi nasional yang masih memprihatinkan. Berdasarkan survei Most Littered Nation in the World 2022, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Dari 1.000 anak, hanya satu yang memiliki kegemaran membaca.

“Ini bukan untuk meratapi keadaan, tetapi menjadi pengingat bahwa literasi adalah pekerjaan bersama,” ujar Arment.

>Kepala SMPN 52 Batam, Drs. Edison, menyambut baik kehadiran PWI Batam. Ia mengatakan sekolahnya telah menjalankan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara rutin sejak lama, di antaranya melalui kegiatan bercerita budaya Kepulauan Riau dan merangkum bacaan setiap pekan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi energi baru bagi siswa agar semakin mencintai literasi, bukan hanya hari ini tetapi untuk masa depan mereka,” kata Edison.

Semangat tersebut sejalan dengan pelaksanaan HPN 2026 yang akan digelar di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026. Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Batam. Kepala Dinas Pendidikan, Hendri Arulan, mendorong PWI Batam untuk terus melakukan pelatihan literasi dan jurnalistik di sekolah-sekolah.

Ketua PWI Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, menegaskan bahwa literasi bukan semata tanggung jawab institusi pendidikan. Menurutnya, kemampuan membaca kritis sangat penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh hoaks dan informasi yang menyesatkan.

“Literasi adalah tameng di tengah kebisingan informasi digital,” tegasnya.

Workshop dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas penguatan Gerakan Literasi Sekolah, mulai dari pembiasaan membaca, sudut baca, mading aktif, hingga penerbitan majalah sekolah. Pada sesi kedua, siswa diperkenalkan pada dunia jurnalistik, termasuk teknik penulisan berita dan wawancara.

“Pelatihan jurnalis idealnya berlangsung dua tahun. Namun kami berharap pertemuan singkat ini bisa menjadi awal yang bermakna,” ujar Arment menutup kegiatan.

Melalui kegiatan ini, PWI Batam berharap api kecil bernama literasi terus menyala di ruang-ruang kelas, menuntun generasi muda menuju masa depan yang lebih cerdas dan kritis.(**)

 

Reporter : Herry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *