Batam-(NagoyaPos.Com) – PT PLN Batam bersama PT Equator Gate System (EGS) Batam menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk mendukung pembangunan EGS AI Data Center di Nongsa, Batam, Senin (25/5).
Penandatanganan yang berlangsung di Aula Tanjung Kasam, Kantor Korporat PLN Batam itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan Batam sebagai pusat ekonomi digital dan koridor infrastruktur digital regional bersama Singapura dan Johor.
Melalui kerja sama tersebut, PLN Batam akan menyediakan pasokan listrik secara bertahap dan andal guna mendukung operasional data center berskala besar milik PT Equator Gate System Batam.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyambut baik investasi mega proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan data center bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari penguatan ekosistem digital dan daya saing Batam.
“BP Batam menyambut baik komitmen investasi mega proyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan data center, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing,” ujar Li Claudia.
Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur energi menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi industri digital dan teknologi informasi ke Batam. Karena itu, BP Batam berharap PLN Batam terus menjaga pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital di kawasan,” katanya.
Selain itu, proyek strategis tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas talenta lokal di bidang teknologi tinggi.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan kerja sama tersebut memiliki arti penting dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital dan industri berbasis teknologi tinggi di Batam.
“Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam,” ujar Kwin Fo.
Ia menyebut, PLN Batam berkomitmen memastikan kebutuhan energi bagi pengembangan data center dapat dipenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan data center menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan kawasan investasi strategis di Indonesia.
Sementara itu, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengungkapkan pihaknya akan membangun EGS AI Data Center di atas lahan seluas 30 hektare di Nongsa dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun.
Data center berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tersebut dirancang sebagai pusat pemrosesan AI, machine learning, dan cloud computing modern di kawasan Asia Tenggara.
“Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur data center yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Efendi.
Ia berharap investasi tersebut dapat memperkuat posisi Batam sebagai pusat infrastruktur digital regional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan pengembangan talenta digital di bidang teknologi tinggi. (*)
Reporter : RY


















