Batam  

Wakapolresta Barelang Hadiri Peresmian Gedung Sentrum Caritas dan Lokakarya Perlindungan Pekerja Migran

Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas dan lokakarya perlindungan pekerja migran di Shelter St. Theresia Batam, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung migrasi aman dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus mewakili Kapolresta Barelang menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas dan Lokakarya Peran Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran (BLK-PIM) dalam mendukung migrasi aman di Indonesia di Shelter St. Theresia Batam, Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Jumat (29/5).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antarinstansi dalam perlindungan pekerja migran Indonesia serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Example 300x600

Acara turut dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, jajaran pejabat utama Polda Kepri, Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, Komjen Pol (Purn) Gregorius Mere, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia RD Fredy Rante Taruk, Uskup Pangkal Pinang Mgr Adrianus Sunarko OFM, serta sejumlah tokoh agama dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Uskup Pangkal Pinang, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, dan Plh Wali Kota Batam.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian Gedung Sentrum Caritas, pemberian cenderamata, pelaksanaan lokakarya Pusat Informasi Migran Caritas Indonesia Wilayah Transit Batam, foto bersama, hingga penutupan kegiatan.

Dalam sambutannya, Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia serta mencegah tindak pidana perdagangan orang.

Menurutnya, keberadaan Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran yang diinisiasi Caritas Indonesia merupakan langkah nyata dan strategis dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.

Li Claudia juga menyampaikan bahwa Kota Batam sebagai kawasan strategis dan pintu gerbang internasional memiliki tantangan cukup besar terkait persoalan pekerja migran, korban TPPO, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Kehadiran Wakapolresta Barelang dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya kolaboratif dalam meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia, memperkuat edukasi migrasi aman, serta mencegah tindak pidana perdagangan orang melalui sinergi lintas sektor.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Polresta Barelang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak pidana perdagangan orang, khususnya bagi calon pekerja migran yang berangkat melalui jalur nonprosedural.

Masyarakat diminta memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi TPPO maupun tindak kejahatan lainnya melalui layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam. (*)

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *