PWI Batam Dukung Program KJRI Johor Bahru Hidupkan Kembali Kerjasama Sijori

Johor Bahru(NagoyaPos.Com) Kerja sama segitiga pertumbuhan Sijori (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau) kembali didorong untuk dihidupkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru. Upaya tersebut mencuat dalam kunjungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam ke kantor KJRI, Kamis (3/7/2025).

Konjen RI Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiayanto, menilai bahwa kerja sama antara Johor dan Singapura saat ini masih berlangsung aktif, bahkan ditandai dengan pembangunan proyek infrastruktur besar seperti Rapid Transit System (RTS) Link Johor Bahru–Singapura yang ditargetkan beroperasi akhir 2026.

Example 300x600

Namun demikian, kata Sigit, peran Kepulauan Riau sebagai bagian dari ‘RI’ dalam Sijori seolah tertinggal. “Kita tidak boleh melihat Johor sebagai ancaman, melainkan peluang. Justru dari sinilah kerja sama Sijori harus kembali dikembangkan,” ungkapnya kepada rombongan PWI Batam.

Dukung Jalur Roro Batam–Johor

Salah satu bentuk konkret yang tengah diperjuangkan KJRI Johor Bahru adalah pembukaan jalur pelayaran roll-on/roll-off (roro) dari Terminal Bintang 99 Persada Batam ke Pelabuhan Tanjung Belungkor, Johor. Jalur sejauh 49,68 km ini dinilai strategis karena dapat mempermudah arus barang dan orang lintas negara.

Sigit menyebut, Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas, serta potensi lalu lintas kendaraan yang besar. “Empat juta kendaraan dari Singapura masuk ke Johor setiap tahun. Jika 10 persen saja masuk ke Batam, dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Tanggapi Potensi Penyelundupan

Menanggapi kekhawatiran potensi penyelundupan lewat jalur roro, Sigit menegaskan bahwa penyelundupan bisa terjadi tanpa atau dengan jalur roro sekalipun. “Yang penting adalah bagaimana pengawasan dan regulasinya diperkuat,” tegasnya.

Proyek roro Batam–Johor telah dibahas dalam pertemuan antara Wakil Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia, dan kini memasuki tahap pembahasan teknis terkait regulasi dan implementasi.

Dorong Tenaga Perawat Kepri Masuk RS Malaysia

Di luar sektor transportasi, KJRI juga mendorong rumah sakit di Malaysia merekrut tenaga perawat asal Indonesia, khususnya dari Kepri. Saat ini, tenaga perawat banyak didatangkan dari India, padahal 90 persen pasien rumah sakit di Malaysia berasal dari Indonesia.

“Ini peluang besar. Kita punya banyak perawat, tapi harus dibekali keterampilan, terutama bahasa Inggris,” ungkap Sigit. Ia berharap, perekrutan tenaga medis dari Kepri bisa menaikkan status PMI yang selama ini didominasi oleh sektor informal.

PWI Batam Siap Kawal dan Promosikan Kerja Sama

Sekretaris PWI Batam, Romi Candra, menyambut baik semua upaya tersebut. Ia menegaskan bahwa PWI siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dengan pemberitaan yang kami buat, kami ingin mendorong agar kerja sama Sijori ini menjadi perhatian utama dan prioritas pemerintah pusat,” katanya.

Selain menjalin kolaborasi dengan KJRI, PWI Batam juga menyampaikan komitmennya untuk memantau kondisi warga Indonesia di Malaysia, sekaligus mempromosikan pariwisata Kepri kepada warga Johor dan Singapura.

“PWI akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan memastikan semua kebijakan yang diambil berpihak pada masyarakat,” tutup Romi.(Fred)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *