Batam, Nagoyapos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam terus memperkuat program pencegahan stunting dengan cara unik: memastikan calon pengantin sehat secara fisik, mental, dan gizi sebelum resmi menikah.
Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan pranikah yang terintegrasi dengan bimbingan perkawinan (bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA).
Dokter Eka Maya dari Puskesmas Botania menegaskan pentingnya pemeriksaan awal ini, salah satunya dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) calon pengantin wanita.
“Minimal LILA 23,5 cm. Kalau di bawah itu atau hemoglobinnya rendah, risikonya tinggi saat hamil, baik untuk ibu maupun bayi,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).
Menurut Eka, perempuan dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) cenderung mudah lelah dan berisiko mengalami masalah serius saat persalinan. Karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum menikah, bukan baru setelah hamil.
“Kalau sudah hamil baru olahraga atau jaga pola makan itu terlambat. Persiapan harus dilakukan sejak dini dengan konsumsi asam folat, tablet tambah darah, pola makan sehat, dan olahraga rutin,” tambahnya.
Pemeriksaan Kesehatan Pranikah di Batam
Dalam kegiatan bimbingan pranikah di KUA Batam Kota yang diikuti sekitar 15 pasangan, setiap calon pengantin wajib menjalani serangkaian tes kesehatan.
Pemeriksaan tersebut meliputi:
1. Suntik tetanus,
2. Tes darah hemoglobin,
3. Tes laboratorium HIV, sifilis, dan gula darah.
Setelah hasil tes keluar, pasangan juga diberi edukasi mengenai seks sehat, kehamilan terencana, kontrasepsi, pola makan selama hamil, hingga deteksi dini kanker.
Wujudkan Generasi Sehat Bebas Stunting
Tujuan utama program ini adalah memastikan pasangan yang menikah siap tidak hanya secara mental dan administrasi, tetapi juga fisik.
“Dengan begitu, mereka bisa melahirkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting di Batam,” pungkas Eka Maya. (cr)
Sumber: liputan6/antara


















