Nagoyapos,–PLN Batam memastikan siap melanjutkan kembali kolaborasi, dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau (Kepri) setelah sempat terhenti beberapa tahun. Hal itu terungkap saat jajaran PFI Kepri menyambangi kantor PLN Batam pada Rabu, 3 Desember 2025, dalam rangka mempererat kembali hubungan yang sebelumnya terbangun dengan baik.
Komite Etik PFI Kepri, R Yusuf Hidayat, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk merajut kembali silaturahmi yang sempat terputus. Menurutnya, PFI Kepri dan PLN Batam memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang, termasuk penyelenggaraan workshop, pameran hingga lomba foto yang melibatkan fotografer profesional di Batam.
Yusuf menambahkan, bahwa setelah vakum sejak pandemi COVID-19, PFI Kepri kembali aktif dan bertekad memperkuat kolaborasi yang pernah berjalan. Ia optimistis sinergi yang telah terbangun dapat dihidupkan lagi, mengingat banyak program fotografi yang sebelumnya sukses menarik minat publik. “Silaturahmi kita sempat terputus. Karena mulai dari Covid kemarin, PFI Kepri sempat vakum. Mungkin setelah ini kita bisa menjalin kerjasama kembali,” ujar Yusuf didampingi Ketua PFI Kepri Tommy Purniawan.
Dalam kesempatan itu, Yusuf menjelaskan, bahwa PFI memiliki misi khusus dalam menyajikan karya fotografi jurnalistik yang mematuhi kode etik. “Hal ini membedakan fotografer jurnalistik dengan fotografer hobi, terutama dalam hal akurasi informasi yang menyertai sebuah foto,” katanya.
Yusuf juga menyoroti, salah satu aspek penting yang mulai sering diabaikan adalah penulisan keterangan atau caption foto. Padahal, caption merupakan elemen penting karena memuat informasi akurat dan konteks dari sebuah karya foto.
Tommy juga menyampaikan, teknik fotografi jurnalistik bukan hanya ditujukan bagi fotografer media massa, namun juga penting bagi praktisi humas perusahaan dan instansi pemerintah. Karena itu, PFI Kepri ingin kembali menghidupkan semangat edukasi fotografi jurnalistik kepada mahasiswa, pelajar hingga para humas. “Kami ingin membangun lagi gairah fotografi jurnalistik, termasuk kepada mahasiswa, pelajar serta humas, agar etika jurnalistik dapat dipahami dan diterapkan,” katanya.
Tommy juga menambahkan, belakangan ini banyak kasus foto anggota PFI Kepri yang diklaim pihak lain, sehingga perlunya edukasi publik tentang hak cipta fotografi. “Banyak orang yang belum paham hak cipta, makanya kita akan terus gencarkan pemahaman hak cipta kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastana, menyambut baik pertemuan ini dan kedepan diharapkan PLN untuk kembali bersinergi dengan PFI Kepri. Ia menyebut kolaborasi sebelumnya, telah menghasilkan banyak karya foto berkualitas yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai media dan kegiatan resmi PLN Batam.
“Harapan kami bisa mengadakan beberapa kegiatan PFI yang disuport PLN. Dulu pernah ada lomba foto dan pameran foto ketenagalistrikan, dan hasil karya pemenangnya masih kami gunakan hingga sekarang,” katanya.(**)
Reporter : Herry


















