Tanjungpinang, Nagoyapos – Momentum Ramadan benar-benar dimanfaatkan secara berbeda oleh Zulhamsyah Putra, S.H., CPM. Di tengah kesibukannya menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 di Sukabumi, siswa pengiriman Polda Kepri ini justru memilih pulang kampung dan langsung turun ke lapangan membantu masyarakat.
Sosok yang dikenal sebagai “Polisi Berhati Mulia” ini tak sekadar pulang untuk beristirahat. Memanfaatkan cuti pendidikan selama tujuh hari, Zulhamsyah langsung menginisiasi aksi sosial bertajuk Razia Perut Lapar (RPL) di Kota Tanjungpinang, Rabu (18/3/2026).
Aksi ini bukan razia biasa. Alih-alih menindak, Zulham justru “menggerebek” warga dengan bantuan. Kampung Bakau, Kampung Kolam, hingga jalan protokol menjadi sasaran utama kegiatan tersebut. Bersama rekan jurnalis, ia membagikan ratusan paket makanan siap saji, sembako, bingkisan Lebaran, hingga minuman kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak berhenti di situ, Zulhamsyah juga menyalurkan zakat mal sebesar Rp5 juta yang merupakan amanah dari para donatur. Bantuan tersebut menjadi tambahan kebahagiaan bagi warga di penghujung Ramadan.
“Sedekah RPL ini adalah titipan dari orang-orang baik. Semoga membawa kesehatan dan keselamatan untuk kita semua,” ujarnya penuh haru.
Bagian Program Bakti Sosial Setukpa
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Bakti Sosial Setukpa Lemdiklat Polri Resimen Desaka Dhira Pradhipa (DDP). Hal ini menegaskan bahwa peran polisi tidak hanya sebatas penegak hukum, tetapi juga hadir sebagai pelayan masyarakat dengan sentuhan kemanusiaan.
Zulhamsyah pun menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Dirin, serta seluruh donatur yang telah mendukung aksi sosial tersebut.
Menariknya, aksi “Razia Perut Lapar” ini belum berakhir. Zulham berencana melanjutkan kegiatan serupa di empat lokasi lainnya di Tanjungpinang pada hari berikutnya.
Aksi kecil dengan dampak besar ini pun diharapkan bisa menjadi inspirasi, bahwa berbagi di bulan Ramadan tak harus menunggu waktu—cukup dimulai dari niat dan kepedulian.
Editor: risman


















