PLN Batam Pastikan Listrik Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, Beban Naik 19 Persen

Batam-(NagoyaPos.Com) – PT PLN Batam memastikan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman dan andal tanpa gangguan berarti. Selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, masyarakat di Batam dan Bintan menikmati layanan kelistrikan yang stabil tanpa pemadaman.

Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis dengan mengerahkan ratusan personel dari berbagai divisi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama periode Ramadan dan Lebaran.

Example 300x600

“Seluruh personel disiagakan guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri,” ujar Yoga.

Selain menyiagakan personel, PLN Batam juga mengoperasikan puluhan posko siaga kelistrikan yang tersebar di seluruh wilayah kerja. Posko tersebut melibatkan tim pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pengatur beban yang siap merespons cepat apabila terjadi gangguan.

Pengamanan sistem kelistrikan difokuskan pada objek vital seperti bandara, pelabuhan, rumah ibadah, serta fasilitas publik lainnya, khususnya saat arus mudik dan puncak perayaan Lebaran.

Dari sisi pasokan daya, sistem kelistrikan Batam-Bintan selama periode 6 hingga 31 Maret 2026 berada dalam kondisi aman. Daya mampu tercatat sebesar 880,8 megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 761 MW. Sementara itu, cadangan daya sebesar 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen dinilai cukup menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

PLN Batam juga mencatat adanya peningkatan konsumsi listrik sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski terjadi kenaikan beban, pasokan energi primer tetap dalam kondisi aman.

Pasokan gas tercatat mencapai 133,8 BBTUD dari kebutuhan rata-rata sebesar 102 BBTUD. Selain itu, stok batu bara untuk operasional pembangkit juga dipastikan mencukupi selama masa siaga.

Sebagai langkah antisipasi darurat, PLN Batam menyiapkan berbagai peralatan pendukung seperti genset mobile, gardu portable, trafo mobile, dan armada kendaraan operasional untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan kelistrikan.

Di luar masa siaga RAFI 2026, PLN Batam terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan. Saat ini, sistem kelistrikan didukung oleh 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan listrik sepanjang hampir 3.000 kilometer.

Dengan jumlah pelanggan yang telah melampaui 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam diperkirakan akan terus meningkat, terutama dari sektor industri dan bisnis.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN Batam menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem pengendalian berbasis SCADA.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi secara optimal,” tutup Yoga.(**)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *