Batam, Nagoyapos.com – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai berdampak langsung ke masyarakat. Tarif tiket pesawat domestik dari Batam ke berbagai kota di Indonesia kini perlahan merangkak naik.
Pantauan melalui Traveloka menunjukkan lonjakan harga di sejumlah rute favorit. Rute Batam–Jakarta yang sebelumnya berkisar Rp1 juta kini menembus Rp1,3 juta atau lebih.
Sementara itu, rute Batam–Padang juga mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar Rp800 ribu menjadi Rp1,1 juta. Kenaikan serupa terjadi pada rute Batam menuju Pekanbaru dan Medan.
Lonjakan harga ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang mengizinkan penyesuaian tarif tiket pesawat domestik sebesar 9 hingga 13 persen mulai April 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur global yang dipicu oleh tekanan geopolitik, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan Harga Efek Naiknya Fuel Surcharge
Manager wilayah Kepri dari Lion Air Group, Amar Fernando, membenarkan adanya penyesuaian tarif tersebut.
“Beberapa rute seperti Jakarta, Pekanbaru, Padang, dan Medan sudah disesuaikan. Namun belum semuanya karena maskapai juga melihat kondisi pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aturan terbaru memungkinkan komponen fuel surcharge naik hingga 38 persen, dari sebelumnya sekitar 10 persen. Dampaknya, harga tiket di sejumlah rute bisa naik rata-rata hingga Rp300 ribu.
Meski kenaikan masih berada dalam batas maksimal yang ditetapkan pemerintah, kondisi ini mulai dikeluhkan masyarakat Batam yang sangat bergantung pada transportasi udara.
Di sisi lain, situasi ini terjadi di tengah periode low season pasca Lebaran, ketika permintaan tiket biasanya menurun. Namun, kenaikan harga justru dikhawatirkan akan semakin menekan jumlah penumpang.
“Kalau harga naik, pasti berimbas ke penumpang,” kata Amar.
Pemerintah pusat sendiri menegaskan bahwa kenaikan tarif tetap dibatasi maksimal 13 persen agar tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
Namun demikian, fluktuasi harga avtur global diprediksi masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi harga tiket pesawat dalam waktu dekat.
Bagi masyarakat Batam dan wilayah kepulauan lainnya, kondisi ini menjadi perhatian serius karena tingginya ketergantungan terhadap transportasi udara untuk mobilitas antar daerah.
Editor: Risman


















