DPRD Batam Kawal Penyerahan Lahan Fasos-Fasum Tiban Harmoni, Target Rampung Desember 2025

Batam-(NagoyaPos.Com)- Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, SE, MM, memimpin rapat koordinasi terkait percepatan realisasi penyerahan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di Komplek Perumahan Tiban Harmoni, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, pada Jumat (03/10/2025).

Rapat yang berlangsung di ruang kerja pimpinan DPRD ini dihadiri oleh Camat Sekupang, Lurah Tiban Baru, Ketua RW 006, Ketua RT 007, serta sejumlah perwakilan warga. Sementara pihak pengembang, PT Mitra Bintan Sukses, tidak dapat hadir secara langsung dan hanya mengirimkan surat penjelasan.

Example 300x600

Dalam surat tersebut, pengembang menyatakan komitmennya untuk menyerahkan lahan fasos dan fasum kepada Pemerintah Kota Batam paling lambat akhir Desember 2025, dengan alasan masih ada pekerjaan infrastruktur yang sedang diselesaikan, seperti drainase dan jalan lingkungan.

Warga dalam kesempatan itu kembali menyuarakan harapan agar segera dibangun taman bermain dan rumah ibadah di kawasan perumahan mereka, mengingat hingga kini fasilitas tersebut belum tersedia.

Menanggapi hal tersebut, Budi Mardiyanto menegaskan bahwa fasos dan fasum merupakan hak warga yang harus dipenuhi oleh pengembang, dan menjadi kewajiban pemerintah untuk mengawalnya.

“Fasos ini adalah hak warga. Kami di DPRD akan terus mengawal agar pengembang segera menyerahkan lahan tersebut dan Pemko Batam bisa memfasilitasi pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Budi.

Budi juga meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk segera melakukan pendataan atas kebutuhan warga, guna menjadi dasar pengusulan program pembangunan oleh dinas terkait.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen dari DPRD untuk terus mengawasi proses penyerahan lahan fasos dan fasum, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat agar hak-hak warga dapat segera terealisasi.

“Saya akan kawal ini sampai selesai. Warga harus mendapatkan haknya atas fasos dan fasum di lingkungan mereka,” tutup Budi.(Fjr)

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *