BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,8 Meter! Nelayan dan Kapal Kecil di Kepri Diminta Waspada

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,8 Meter! Nelayan dan Kapal Kecil di Kepri Diminta Waspada
BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan di Kepulauan Riau (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berlaku mulai 2 hingga 5 Januari 2026. Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan.

Dalam keterangan tertulisnya, Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam menjelaskan bahwa kondisi gelombang di wilayah Kepri dipengaruhi oleh pola angin yang menguat di Perairan Natuna dan sekitarnya.

Example 300x600

“Selama periode 2–5 Januari 2026, angin berpotensi bertiup cukup kuat dan memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Kepulauan Riau. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama oleh kapal kecil dan aktivitas pelayaran tradisional,” ujar Prakirawan BMKG, Kamis (1/1/2026).

BMKG mencatat, pada 2 Januari 2026, tinggi gelombang berpotensi mencapai hingga 2,1 meter atau kategori sedang di Perairan Kepulauan Natuna dan Anambas, Subi–Serasan, Bintan, serta Lingga.

Kondisi cuaca maritim diperkirakan meningkat pada 3 Januari 2026. Gelombang tinggi hingga 2,8 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara Natuna, Natuna–Anambas, serta Perairan Timur Natuna.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 meter juga berpeluang melanda Perairan Natuna dan Anambas, Subi–Serasan, Batam, Lingga, Bintan, serta Tambelan.

Memasuki 4 Januari 2026, BMKG memperkirakan gelombang tinggi hingga 2,6 meter terjadi di Perairan Selatan dan Timur Natuna serta Subi–Serasan. Adapun gelombang kategori sedang hingga 2,4 meter berpotensi meluas ke Perairan Natuna dan Anambas, Selatan dan Utara Anambas, Utara dan Barat Natuna, Lingga, Bintan, serta Tambelan.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca. Kapal kecil disarankan menunda pelayaran jika gelombang dinilai berisiko terhadap keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat maritim untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut,” tegasnya. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *