Batam-(NagoyaPos.Com) – Pasar Singapura dinilai semakin prospektif bagi produk perikanan Batam. Melihat tren produksi yang meningkat dan permintaan yang terus menguat, Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam membidik ekspor ikan ke negara tersebut mencapai 6.500 ton pada 2026.
Target tersebut setara dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp270 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi 2025 yang mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263,5 miliar. Sementara pada 2024, ekspor tercatat 5.414 ton senilai Rp232,6 miliar.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan konsistensi pertumbuhan dalam dua tahun terakhir menjadi modal kuat untuk menaikkan target.
“Melihat tren produksi dan permintaan pasar Singapura yang terus naik, kami optimistis 2026 bisa mencapai 6.500 ton dengan nilai sekitar Rp270 miliar,” ujarnya, Rabu (4/3).
Menurut Yudi, Singapura masih menjadi mitra utama ekspor hasil laut Batam karena kedekatan geografis dan stabilnya kebutuhan pasar. Sejumlah komoditas unggulan yang rutin dikirim antara lain kerapu, kakap, kaci, tenggiri, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting/rajungan, hingga lobster.
“Komoditas ini punya nilai ekonomi tinggi dan memang diminati pasar ekspor,” jelasnya.
Ia menambahkan, kenaikan ekspor dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya peningkatan hasil tangkapan nelayan serta harga jual yang relatif kompetitif di pasar tujuan. Selain itu, momentum tertentu juga berpengaruh pada lonjakan permintaan.
“Seperti saat Imlek kemarin, permintaan ikan dingkis meningkat signifikan. Itu jadi salah satu komoditas yang banyak dikirim,” katanya.
Meski demikian, Yudi mengingatkan bahwa volume ekspor tetap bergantung pada faktor alam, seperti musim tangkap dan kondisi cuaca. Produksi perikanan tangkap masih mendominasi suplai ekspor, sementara produk budidaya seperti nila, lele, dan patin lebih banyak diserap pasar domestik.
Namun, beberapa komoditas budidaya berorientasi ekspor seperti udang vaname juga mulai menunjukkan kontribusi positif.
Dengan tren pertumbuhan yang stabil, sektor perikanan diyakini tetap menjadi salah satu penopang perdagangan luar negeri Batam, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah tersebut. (*)
Reporter : Herry


















