Tragis di Batam! Wanita 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Bayi Laki-laki Tersimpan di Lemari

Tragis di Batam! Wanita 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Bayi Laki-laki Tersimpan di Lemari
Seorang wanita muda ditemukan tewas di kamar kosnya, Batu Aji, Batam (dok polsek batu aji)

Batam, Nagoyapos.com – Peristiwa tragis menggemparkan warga Batuaji, Kota Batam. Seorang perempuan berinisial JPB (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Perumahan Pendawa Asri, Kelurahan Buliang, Selasa (7/4/2026).

Kapolsek Batuaji, Bayu Rizki Subagyo, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (9/4/2026). Ia mengungkapkan bahwa penemuan korban bermula dari pesan terakhir yang dikirim kepada kekasihnya.

Example 300x600

“Korban sempat meminta dibelikan obat karena mengeluhkan sakit perut pada Senin sore,” ujarnya.

Namun setelah itu, korban tidak lagi dapat dihubungi hingga malam hari. Merasa khawatir, sang kekasih kemudian mendatangi kamar kos korban. Saat tiba di lokasi, pintu kamar dalam kondisi sedikit terbuka, tetapi korban tidak terlihat di dalam ruangan.

Pencarian kemudian berlanjut hingga ke kamar mandi. Di sanalah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Korban ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi, dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan pakaian di bagian atas,” jelas Bayu.

Warga sekitar bersama petugas keamanan sempat mengevakuasi korban ke atas kasur sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Yang lebih mengejutkan, saat polisi melakukan penggeledahan di kamar kos tersebut, ditemukan sebuah bungkusan handuk berwarna biru tua di dalam lemari pakaian.

Ketika dibuka, bungkusan itu ternyata berisi jasad seorang bayi laki-laki.

“Bayi ditemukan dalam kondisi tali pusar dan ari-ari masih menempel,” ungkapnya.

Diduga Bayi Anak Kandung Korban

Polisi menduga bayi tersebut merupakan anak kandung korban. Dugaan sementara, korban melahirkan seorang diri di dalam kamar kos tanpa bantuan tenaga medis.

Hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski begitu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Saat ini, kedua jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam guna menjalani visum.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius, mengingat dugaan kuat bahwa korban mengalami proses persalinan tanpa penanganan medis yang memadai, yang berujung pada tragedi memilukan.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *