Batam  

Batam Jazz Society Rayakan International Jazz Day 2026, Hadirkan Kolaborasi Lintas Negara dan Generasi

Batam Jazz Society (BJS) menggelar perayaan International Jazz Day 2026 dengan menghadirkan musisi lintas generasi dan lintas negara. Momentum ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus regenerasi bagi perkembangan ekosistem jazz di Batam.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Komunitas Batam Jazz Society (BJS) kembali menegaskan eksistensinya dalam peta musik jazz dengan merayakan International Jazz Day 2026 melalui rangkaian pertunjukan yang melibatkan musisi lintas generasi dan lintas negara.

Perayaan International Jazz Day yang diperingati setiap 30 April dan digagas oleh UNESCO itu menjadi momentum bagi BJS untuk menghadirkan panggung yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi musik, tetapi juga wadah regenerasi musisi jazz di Batam.

Example 300x600

Selama lebih dari dua dekade, BJS konsisten membangun ekosistem jazz di Batam melalui berbagai agenda musik yang rutin digelar. Dari komunitas inilah lahir banyak musisi muda yang kini mulai menunjukkan eksistensinya di panggung jazz nasional maupun regional.

Salah satu sorotan dalam perayaan tahun ini adalah penampilan Zamis, penyanyi jazz muda yang tengah naik daun dengan karya-karya orisinal yang dinilai kuat dari sisi karakter dan musikalitas. Kehadirannya disebut menjadi representasi wajah baru jazz Batam.

Sebelum itu, panggung hari ketiga pada 2 Mei 2026 akan dibuka oleh Luke Jozsua, drummer muda dengan gaya permainan kompleks, eksploratif, dan penuh energi. Penampilannya menjadi simbol perkembangan generasi baru dalam genre jazz di Batam.

International Jazz Day 2026 Batam juga akan diramaikan sejumlah musisi dan grup musik, di antaranya C.O.A, Tanaka Manaloe, BOP Quintet, Tanjak Impromptu dari Batam, Alphamama dari Belanda, serta Diminished 7th dari Tanjung Pinang.

Pada puncak acara, penampilan Sausan, mahasiswi Politeknik Negeri Batam yang mulai dikenal melalui program Jazzelasa, akan menjadi salah satu sajian utama. Selain itu, Roadroots, band yang tumbuh bersama komunitas BJS, juga dijadwalkan tampil.

Sebagai penutup, kolaborasi internasional akan mempertemukan Nita Aartsen bersama Pong Nakornchai dari Thailand, Alexander, dan Brandon. Kolaborasi ini menjadi simbol bahwa jazz adalah bahasa universal yang mampu melampaui batas geografis dan budaya.

BJS menegaskan, International Jazz Day 2026 di Batam bukan sekadar konser musik, tetapi juga perayaan identitas, kolaborasi, dan regenerasi. Dari komunitas untuk dunia, Batam terus bergerak dalam irama jazz. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *