Pemko Batam Gaspol Normalisasi Drainase 307 Km di 2025, Rumah Pompa Canggih Siap Tekan Banjir

Pemko Batam Gaspol Normalisasi Drainase 307 Km di 2025, Rumah Pompa Canggih Siap Tekan Banjir
Pemko Batam menggesa pembangunan rumah pompa air di Jodoh (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Pemko Batam menargetkan normalisasi drainase sepanjang 307,4 kilometer pada tahun 2025. Program ini menjadi langkah besar untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat. Selain membersihkan saluran air, pemerintah juga membangun infrastruktur baru di sejumlah titik rawan genangan.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 10 paket pembangunan dan peningkatan drainase prioritas yang sedang dikerjakan. Proyek tersebut tersebar di Batam Centre, Batu Selicin, hingga Sei Beduk.

Example 300x600

“Pekerjaan yang dilakukan Pemko, penanganannya berbasis kebutuhan kawasan,” jelas Li Claudia, Minggu (28/9/2025).

Rumah Pompa Jodoh Jadi Solusi Banjir Rob

Selain normalisasi drainase, Pemko Batam juga membangun rumah pompa di kawasan Jodoh. Fasilitas ini memiliki kapasitas 1,5 meter kubik per detik, dilengkapi dengan pompa lumpur dan pintu air. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk wilayah yang sering terdampak banjir rob.

Rumah pompa ini dirancang tidak hanya untuk melindungi kawasan permukiman, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Proyek Tambahan di Titik Vital

Melalui APBD Perubahan 2025, Pemko Batam menyiapkan tambahan pekerjaan di titik-titik strategis lain. Lokasi prioritas mencakup Simpang Kepri Mall dan Baloi Permai, berdasarkan evaluasi lapangan yang menunjukkan perlunya penanganan cepat di kawasan tersebut.

Upaya Terpadu dan Berkelanjutan

Langkah teknis yang dilakukan diproyeksikan membawa dampak signifikan. Selain mengurangi titik rawan banjir, program ini juga memperkuat kapasitas sistem sumber daya air di Batam. Pemko memastikan setiap pembangunan mengedepankan aspek keberlanjutan untuk menjawab kebutuhan jangka panjang.

Namun, pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Sampah rumah tangga yang menyumbat saluran air sering memperparah genangan. Oleh karena itu, partisipasi publik dalam menjaga kebersihan drainase sangat diperlukan.

Dengan kombinasi normalisasi drainase, pembangunan infrastruktur baru, rumah pompa modern, dan dukungan warga, Pemko Batam optimistis risiko banjir bisa ditekan secara signifikan.

Dalam dua tahun ke depan, target pengurangan titik genangan diperkirakan tercapai, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota modern dengan sistem infrastruktur yang tangguh. (fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *