Batam, Nagoyapos.com – Suasana tenang di kawasan proyek PT McDermott Indonesia, Batuampar, Batam, mendadak berubah mencekam setelah ditemukan benda mencurigakan yang diduga menyerupai bom pesawat, akhir pekan lalu.
Penemuan ini langsung membuat para pekerja panik. Pasalnya, benda tersebut berada di area proyek yang cukup padat aktivitas, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi bahaya besar.
Benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja saat menjalankan aktivitas rutin. Merasa ada yang tidak beres dengan bentuk benda tersebut, ia segera melaporkan kepada petugas keamanan perusahaan.
Laporan itu langsung diteruskan ke aparat kepolisian. Tak butuh waktu lama, tim dari Kepolisian Negara Republik Indonesia bergerak cepat dan berkoordinasi dengan tim penjinak bom dari Brimob.
Tim Gegana Turun, Area Langsung Disterilkan
Sejumlah personel Gegana dari Korps Brimob Polri langsung diterjunkan ke lokasi. Area penemuan segera disterilkan dan dipasangi garis polisi untuk mencegah warga maupun pekerja mendekat.
Langkah cepat ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, mengingat bentuk benda tersebut menyerupai bahan peledak.
Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya dilakukan oleh tim Brimob yang memiliki keahlian khusus.
“Benar, saat ini masih ditangani Brimob. Untuk apakah benda itu masih aktif atau tidak, termasuk jenisnya, masih dalam penyelidikan tim Gegana,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Masih Diselidiki, Warga Diminta Tetap Tenang
Benda mencurigakan itu kini telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di lokasi yang lebih aman. Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Gegana terkait jenis dan tingkat bahayanya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat serta pekerja di sekitar lokasi agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di kawasan industri sangat penting, terutama terhadap benda asing yang berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang.
Editor: Risman


















