Batam  

Lewat MoU, 167 Dai dan Guru Mengaji Dapat Dukungan Rutin dari Baznas Batam

Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Habib Soleh, menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama 148 dai dan 19 guru mengaji binaan di Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4). Melalui kerja sama ini, Baznas Batam memastikan dukungan rutin untuk memperkuat pembinaan keagamaan, khususnya di wilayah hinterland dan pulau-pulau penyangga Batam.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Badan Amil Zakat Nasional memperkuat komitmen pembinaan keagamaan di Kota Batam melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 167 penerima manfaat yang terdiri dari 148 dai dan 19 guru mengaji.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan dalam agenda silaturahmi perdana jajaran komisioner Baznas Batam periode 2025–2030 bersama para dai dan guru binaan di Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4).

Example 300x600

Ketua Baznas Batam, Habib Soleh, mengatakan MoU ini menjadi bentuk penguatan kerja sama sekaligus kepastian dukungan rutin bagi para dai dan guru mengaji yang selama ini aktif membina umat di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan dai dan guru mengaji sangat penting, terutama di wilayah hinterland yang aksesnya terbatas dan membutuhkan pembinaan agama secara berkelanjutan.

Dari total 148 dai penerima manfaat, sebanyak 77 orang bertugas di wilayah hinterland dan 61 orang di mainland yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Batam.

“MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen bersama untuk memastikan pembinaan keagamaan terus berjalan dan para dai serta guru mengaji mendapat dukungan yang jelas dan berkelanjutan,” ujar Habib Soleh.

Baznas Batam menyalurkan dukungan rutin dengan nominal berbeda sesuai tingkat kesulitan wilayah tugas. Dai di Kecamatan Galang menerima Rp1,5 juta per bulan, sementara di Bulang dan Belakang Padang sebesar Rp1,2 juta per bulan. Adapun untuk wilayah mainland sebesar Rp750 ribu per bulan.

Perbedaan nominal bantuan itu mempertimbangkan biaya transportasi dan tantangan geografis yang dihadapi para dai di wilayah kepulauan.

Selain untuk dai dan guru mengaji, Baznas Batam juga menyalurkan bantuan pendidikan dan sosial kepada lembaga keagamaan, mualaf, pelajar, santri TPQ, hingga marbot masjid.

Habib Soleh menegaskan seluruh program tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat Batam, yang diharapkan terus mendukung keberlangsungan syiar Islam di seluruh wilayah Batam, termasuk pulau-pulau penyangga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *