Batam  

GRIB Jaya Kepri Dukung Hasil Musyawarah Adat LAM Terkait Dugaan Penghinaan Suku Melayu

Ketua DPD GRIB Jaya Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menghadiri musyawarah adat yang digelar di Gedung LAM Kota Batam, Senin (1/6).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB Jaya Kepulauan Riau menyatakan dukungannya terhadap hasil musyawarah adat yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Senin (1/6), terkait pernyataan yang dinilai menyinggung dan menghina masyarakat Melayu.

Ketua DPD GRIB Jaya Kepri, Junaidi Eddy, mengatakan musyawarah tersebut dihadiri sekitar 50 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan paguyuban se-Kota Batam. Menurutnya, hasil musyawarah yang telah disepakati bersama perlu dihormati demi menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

Example 300x600

“Kami mendukung penuh hasil musyawarah adat yang dilaksanakan di LAM bersama berbagai ormas dan paguyuban. Yang terpenting saat ini adalah menjaga suasana tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan,” ujar Junaidi.

Ia menjelaskan, kehadiran GRIB Jaya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kerukunan antarsuku di Kota Batam. Menurutnya, GRIB Jaya merupakan organisasi yang beranggotakan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras.

“Di GRIB Jaya terdapat berbagai suku, ras, dan agama. Karena itu kami selalu mengedepankan persatuan dan kebersamaan sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Junaidi juga mengapresiasi peran LAM sebagai wadah penyelesaian persoalan yang menyangkut adat dan sosial kemasyarakatan. Ia menilai berbagai persoalan yang berpotensi memicu konflik bernuansa suku dan SARA perlu diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Menurutnya, pendekatan damai dan kekeluargaan telah beberapa kali berhasil dilakukan di Batam, termasuk dalam penyelesaian konflik antar kelompok masyarakat yang akhirnya dapat diselesaikan melalui mediasi dan mekanisme restorative justice.

Ia pun mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, khususnya di media sosial.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Batam. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menghormati perbedaan, serta terus menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman yang ada,” ujarnya.

Junaidi menegaskan, menjaga keharmonisan antarwarga merupakan tanggung jawab bersama agar Batam tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (*)

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *