Batam, Nagoyapos.com – Kabar gembira bagi orang tua dan siswa yang tak berhasil masuk sekolah negeri di Batam! Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan tengah memproses bantuan pendidikan khusus bagi siswa dari keluarga tak mampu yang terpaksa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Namun, jangan buru-buru senang dulu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menegaskan bahwa tidak semua siswa swasta otomatis mendapat bantuan.
“Sedang dalam proses. Kita jaring setelah anak-anak masuk sekolah dan sekolah swasta melapor,” ujar Tri, Kamis (10/7).
Bantuan ini hanya ditujukan bagi mereka yang gagal lolos SPMB sekolah negeri, dan tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) — sistem baru yang menggantikan DTKS dalam menentukan status keluarga tidak mampu.
“Kalau dia masuk dalam sistem DT-SEN atau DTKS, maka dia bisa diajukan sebagai penerima bantuan,” tegas Tri.
Pemko Batam sendiri, lanjutnya, tak lagi melihat desil (tingkat kondisi ekonomi) dalam sistem. Siapa pun yang masuk dalam data tersebut—selama punya KTP dan KK Batam—berpeluang menerima bantuan.
“Asal terdaftar di DT-SEN dan punya dokumen lengkap, seperti KTP, KK, dan bukti status ekonomi, bisa diverifikasi,” katanya.
Sekolah swasta pun kini berpacu dengan waktu untuk mengajukan daftar siswa calon penerima. Prosesnya cukup ketat: sekolah harus mengunggah semua dokumen ke sistem online milik Dinas Pendidikan sebelum diverifikasi dan disetujui.
Tahun ini, jumlah pasti penerima belum bisa dipastikan karena proses penjaringan masih berjalan. Tapi satu hal yang pasti: Pemko Batam tak tinggal diam bantu siswa miskin yang terpaksa sekolah di swasta.
Jadi, bagi orang tua yang anaknya belum dapat bantuan, pastikan data lengkap dan segera laporkan ke sekolah! (al)



















