Tak Perlu ke Kota! Imigrasi Batam Jemput Bola ke Pulau Buluh, 50 Warga Urus Paspor Sekaligus

Tak Perlu ke Kota! Imigrasi Batam Jemput Bola ke Pulau Buluh, 50 Warga Urus Paspor Sekaligus
Imigrasi Batam jemput bola pembuatan paspor simpatik ke Pulau Buluh (dok imigrasi batam)

Batam, Nagoyapos — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali memperluas jangkauan layanan publik melalui program Layanan Paspor Simpatik Antar Pulau, yang kali ini digelar di Pulau Buluh, Minggu (16/11/2025).

Program jemput bola ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta implementasi Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Example 300x600

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kelurahan Pulau Buluh dan dihadiri oleh Bhabinkamtibmas serta perangkat kelurahan setempat.

Usai pembukaan, tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian memberikan penyuluhan terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kejahatan tersebut.

Selain layanan keimigrasian, Imigrasi Batam juga menyalurkan bantuan sosial kepada 30 warga Pulau Buluh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir.

Program ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Total 50 pemohon mengajukan pembuatan paspor, baik paspor biasa maupun elektronik, dengan masa berlaku 5 tahun dan 10 tahun.

Seluruh proses, mulai dari pengambilan biometrik, foto, hingga wawancara, diselesaikan hingga pukul 15.00 WIB.

Program Akan Sasar Pulau Lain

Ini merupakan pelaksanaan kedua Layanan Paspor Antar Pulau, setelah sebelumnya sukses digelar di Pulau Abang pada 8 November 2025.

Ke depan, Imigrasi Batam memastikan layanan ini terus menyasar wilayah kepulauan lainnya di Kota Batam.

“Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme warga Pulau Buluh. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Imigrasi Batam untuk memberikan layanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Dony Lusindra, Kepala Seksi Dokumen Perjalanan.

Masyarakat Pulau Buluh berharap program tersebut kembali hadir pada kesempatan berikutnya sebagai solusi mempermudah akses layanan keimigrasian tanpa perlu melakukan perjalanan jauh ke pusat kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *