Batam-(NagoyaPos.Com)- Keikutsertaan Perguruan Pencak Silat Seni Keris Singapura (SKS) dalam Kejuaraan Pencak Silat Tanah Melayu Championship 2026 tak sekadar meramaikan gelanggang. Bagi sang guru utama, Muhammad Rizuan atau yang akrab disapa Riz, ajang ini adalah momentum penting untuk menguji kualitas sekaligus menambah pengalaman seluruh timnya.
Riz datang bersama rombongan sekitar 50 orang, termasuk ofisial dan suporter. Dari jumlah tersebut, 30 atlet diturunkan untuk bertanding di berbagai kategori, mulai dari usia dini I hingga senior dewasa.
“Jumlah atlet kami yang ikut 30 orang. Dari usia dini satu sampai senior, dewasa semua ada,” ujar Riz di sela pertandingan di Aula Lantai 2 Mall Botania 2 (MB2), Batam Center.(14/02/2026)
Menurutnya, bertanding di Indonesia memberi tantangan berbeda dibandingkan kompetisi di Singapura. Ia menilai sistem pertandingan, aturan, hingga atmosfer kompetisi memiliki karakter tersendiri.
“Ini satu experience dan exposure yang bagus untuk pesilat-pesilat saya. Permainannya beda, whole atmosphere-nya beda. Kalau di Singapura sudah biasa. Bila datang sini, prosesnya, aturannya, semua beda. Jadi ini pelajaran bukan saja untuk atlet, tapi untuk pengurus dan pelatih juga,” jelasnya.
Riz mengungkapkan, Seni Keris Singapura baru berdiri dua tahun lalu. Meski tergolong muda, perguruan ini memiliki akar tradisi yang kuat.“Moyang saya orang Bugis, Makassar. Ayah saya punya perguruan Pencak Sendeng. Permainan saya asalnya Sendeng Bugis. Specialty saya di keris, itu diajar langsung oleh bapak saya,” katanya.
Ia mendapat izin dari sang ayah untuk membuka perguruan sendiri di Singapura. Meski kini dipimpin olehnya sebagai guru utama, pembinaan tetap berada di bawah bimbingan orang tua.“Perguruan ini saya yang terajui, saya ketuai. Tapi masih juga dibimbing oleh ayah saya,” tambahnya.
Saat ini, SKS memiliki sekitar 180 anggota yang tersebar di tiga cabang, yakni Sengkang, Tampines, dan Bukit Panjang. Setiap cabang memiliki struktur kepengurusan, pelatih, hingga manajer tim masing-masing.“Kalau disatukan semua dengan ofisial dan anggota, dalam dekat 180 sampai 200 orang,” ungkap Riz.
Riz menjelaskan, pada tahun pertama berdiri, fokus utama perguruan adalah pertumbuhan dan rekrutmen anggota, terutama kalangan muda. Namun memasuki tahun kedua, arah pembinaan mulai bergeser.
“Tahun pertama kami fokus growth, perkembangan, rekrutmen. Tahun kedua ini kami fokus kualitas. Number sudah ada, anggota sudah ramai. Jadi sekarang kami mau fokus experience dan exposure,” tegasnya.
Indonesia menjadi prioritas utama dalam program peningkatan kualitas tersebut. Selain mengikuti kejuaraan di Batam, SKS juga merencanakan agenda tanding di Bali pada pertengahan tahun, khusus untuk pesilat senior.
“Tahun 2026 ini memang fokus kami kepada Indonesia. Insyaallah apa-apa pertandingan yang kami mampu ikut, kami akan teruskan,” katanya.
Meski menyadari masih minim pengalaman dibanding perguruan-perguruan besar di Indonesia, Riz tetap memasang target tinggi.“Of course kami mau overall champion, juara keseluruhan. Harapan itu ada,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun ia juga realistis. Menurutnya, banyak hal yang masih perlu dipelajari, terutama terkait teknik, strategi, serta perbedaan sistem pertandingan yang sudah berkembang di Indonesia.
“Kami perguruan yang baru. Experience masih kurang. Banyak lagi pesilat-pesilat saya dan pelatih saya harus belajar. Di Singapura permainannya masih versi lama, di sini sudah beda. Jadi kami juga fokus untuk faham perbezaan itu,” jelasnya.
Riz pun mengapresiasi pelaksanaan Tanah Melayu Championship 2026 yang dinilainya tertata rapi dan profesional.“Sistemnya, aturannya, pemanggilan atlet, semua solid. Lepas satu fight, prosesnya jelas. Memang mantaplah,” tutupnya.(**)
Reporter : RY


















