Jangan Panik! Bulog Riau-Kepri Pastikan Stok Beras & Minyak Aman hingga Akhir 2026

Jangan Panik! Bulog Riau-Kepri Pastikan Stok Beras & Minyak Aman hingga Akhir 2026
Pimpinan Wilayah Bulog Riau–Kepulauan Riau, Dani Satrio saat bertemu Plt Gubernur Riau melaporkan stok beras dan minyak goreng aman (mc riau)

Pekanbaru, Nagoyapos.com – Pimpinan Wilayah Bulog Riau–Kepulauan Riau, Dani Satrio, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan di wilayah Riau saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026.

Example 300x600

“Kalau stok beras dan minyak ini kan penugasannya sampai akhir tahun. Jadi tidak usah khawatir,” ujar Dani di Pekanbaru, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, pemerintah telah memberikan penugasan kepada Bulog untuk menjaga ketersediaan bahan pokok strategis, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Stok Aman, Distribusi Lancar

Dani memastikan bahwa kondisi stok beras dan minyak goreng di gudang Bulog saat ini berada dalam batas aman. Selain itu, distribusi ke masyarakat juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Karena hingga saat ini kondisi stok yang ada di Bulog masih dalam batas aman dan mencukupi. Distribusi juga berjalan lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bulog terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pasokan tetap stabil dan tidak terjadi gangguan di lapangan.

Panic Buying Bisa Picu Masalah Baru

Lebih lanjut, Dani mengingatkan bahwa perilaku panic buying justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti ketidakseimbangan distribusi hingga memicu persepsi kelangkaan di masyarakat.

Hal tersebut berpotensi mengganggu stabilitas harga di pasar.

“Masyarakat tidak usah khawatir. Jangan sampai ada yang panic buying, kita pastikan stok tersedia,” tegasnya.

Koordinasi Diperkuat Jaga Ketahanan Pangan

Bulog Riau–Kepulauan Riau juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, khususnya untuk komoditas penting seperti beras dan minyak goreng.

“Pemantauan distribusi terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan daerah,” pungkas Dani.

Dengan jaminan stok yang aman dan distribusi yang lancar, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja agar stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *