Waspada! Cuaca Ekstrem di Batam Diprediksi Bertahan, Sejumlah Kawasan Terendam Banjir

Waspada! Cuaca Ekstrem di Batam Diprediksi Bertahan, Sejumlah Kawasan Terendam Banjir
Banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Batam, Jumat sore (15/5/2026), salah satunya di Jalan Duyung (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Sejumlah wilayah strategis di Kota Batam dilanda banjir setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir, dengan puncaknya terjadi pada Sabtu (16/5/2026). Genangan air yang merendam jalan raya hingga permukiman warga memicu kemacetan panjang dan membuat banyak kendaraan, terutama sepeda motor, mogok.

Buruknya sistem drainase disebut menjadi salah satu penyebab utama banjir di berbagai titik. Saluran air yang tidak mampu menampung lonjakan debit air menyebabkan luapan menggenangi kawasan padat aktivitas masyarakat.

Example 300x600

Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah titik strategis yang terdampak banjir di antaranya Jalan Duyung, kawasan Jodoh, Batam Centre, Jalan R. Suprapto di Batu Aji, Jalan Raja Isa, hingga Jalan Laksamana Bintan.

Genangan cukup dalam di beberapa ruas jalan membuat arus lalu lintas tersendat. Banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan sebagian motor dilaporkan mogok akibat menerobos banjir.

Wilayah terdampak banjir meliputi Batam Kota, Batu Aji, Sekupang, Lubuk Baja, hingga Bengkong. Kondisi cuaca yang lembap dengan suhu berkisar 26 hingga 30 derajat Celsius turut memperparah situasi.

Peringatan BMKG

Pihak BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi masih berlangsung hingga akhir pekan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Curah hujan saat ini cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari. Kami mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir dan angin kencang tiba-tiba,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Rahmat Hidayat, Sabtu (16/5/2026).

Situasi banjir juga memicu keluhan warga, khususnya masyarakat di kawasan pesisir yang terdampak kombinasi hujan deras dan fenomena air laut pasang.

“Drainase di sini sering meluap, tidak sanggup lagi menampung air,” keluh Andi Saputra (42), warga Tanjung Uma.

Keluhan serupa datang dari warga Batu Ampar yang meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk normalisasi drainase dan pembersihan saluran air dari sampah serta sedimentasi.

“Hampir setiap hujan deras pasti banjir. Kami berharap saluran air dibersihkan dan diperbesar supaya air cepat surut,” tegas Ailen (38).

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan rawan genangan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi disertai petir diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *