Batam-(NagoyaPos.Com) – Maraknya pengungkapan penyelundupan barang ilegal sepanjang April 2026 dinilai menjadi sinyal serius bahwa Batam masih menjadi target empuk jaringan penyelundupan internasional. Mulai dari rokok ilegal, senjata api, hingga cartridge vape mengandung Etomidate berhasil digagalkan aparat di sejumlah pintu masuk wilayah perbatasan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, menyebut pengungkapan tersebut membuktikan Batam tengah menghadapi ancaman serius dari modus penyelundupan baru yang semakin nekat dan terorganisir.
“Ini alarm bahaya bagi kita semua. Modusnya sekarang semakin berani dan sulit dideteksi. Ada yang disembunyikan di tubuh, ada yang dikamuflasekan dalam barang sehari-hari. Kalau aparat lengah sedikit saja, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Syamsul Paloh, Senin (18/5).
Ia memberikan apresiasi kepada Bea Cukai Batam bersama aparat penegak hukum lainnya yang dinilai sigap membongkar berbagai upaya penyelundupan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan cartridge vape mengandung Etomidate menjadi perhatian paling serius karena zat tersebut berpotensi merusak kesehatan dan dapat disalahgunakan layaknya narkotika.
“Yang paling mengkhawatirkan adalah masuknya Etomidate melalui vape. Ini ancaman baru. Bentuknya terlihat biasa, tetapi efeknya sangat berbahaya. Kalau sampai lolos dan beredar luas, korbannya anak-anak muda kita,” katanya.
Sepanjang April 2026, Bea Cukai Batam berhasil mengungkap sejumlah kasus penyelundupan besar. Di antaranya pengamanan hampir setengah juta batang rokok ilegal di perairan Tanjung Sauh, penyelundupan senjata api di Pelabuhan Bintang 99 Persada, hingga dua kasus cartridge vape mengandung Etomidate di Pelabuhan Harbour Bay.
Dalam salah satu kasus, pelaku bahkan menggunakan modus body strapping dengan menempelkan ratusan cartridge vape di bagian tubuh untuk mengelabui petugas.
Syamsul menilai kondisi tersebut membuktikan wilayah perbatasan seperti Batam masih menjadi jalur strategis sindikat penyelundupan internasional.
Karena itu, ia meminta pengawasan di pintu masuk pelabuhan dan perairan terus diperketat serta mengajak masyarakat ikut aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Perang melawan narkotika dan penyelundupan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat harus ikut peduli. Jangan sampai Batam menjadi sasaran empuk jaringan internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan pihaknya terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan sinergi dengan kepolisian, BNN, dan aparat penegak hukum lainnya.
“Sinergi menjadi kunci utama dalam mencegah masuknya barang ilegal dan berbahaya ke Batam,” ujarnya. (*)
Reporter : RY


















