Batam, Nagoyapos – Masalah banjir yang kerap melanda Kota Batam kini mendapat perhatian serius. BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi berkolaborasi menyusun strategi komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menegaskan penanganan banjir menjadi prioritas utama dengan solusi yang terstruktur dan berkelanjutan. “Ini adalah atensi serius. Tidak bisa hanya satu solusi, melainkan kombinasi dari berbagai pendekatan,” tegasnya dalam temu ramah bersama jurnalis di Batam, Rabu (3/9/2025).
Tim gabungan telah melakukan pemetaan langsung di sembilan kecamatan rawan banjir. Hasil studi menunjukkan penyebab banjir di Batam sangat beragam, mulai dari drainase buruk, sedimentasi, desain pembangunan jangka pendek, hingga faktor permukaan laut.
3 Strategi Penanganan Banjir
1. Jangka Pendek: Normalisasi sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta perbaikan box culvert di sejumlah lokasi.
2. Jangka Menengah: Pembukaan hilir baru terutama di kawasan Bengkong, guna memperlancar aliran air menuju laut.
3. Jangka Panjang: Penggantian jembatan yang mempersempit aliran sungai serta pembangunan kolam retensi sebagai penampung air hujan, ditargetkan terealisasi pada 2026.
“Yang tadinya sungai lebar 10 meter, karena ada jalan penyeberangan jadi menyempit hanya 2 meter. Itu akan kita ganti agar aliran air lancar,” jelas Mouris.
Program pembangunan kolam retensi disebut akan menyerupai taman kota, mengacu pada keberhasilan Jakarta dalam mengurangi debit banjir.
105 Titik Banjir Dipetakan
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Suhar, mengungkapkan ada 105 titik banjir di Batam dengan kondisi beragam. “Setiap titik butuh penanganan berbeda. Ada yang cukup dengan normalisasi, ada juga yang harus dibangun infrastruktur baru,” ujarnya.
Namun, Suhar mengakui Pemko Batam masih terkendala keterbatasan alat berat. Karena itu, lewat APBD-P, Pemko menambah armada alat berat baru untuk mempercepat proses normalisasi di titik-titik rawan banjir.
“Alat kita memang belum cukup. Dengan tambahan ini, penanganan jangka pendek bisa lebih cepat di seluruh wilayah,” tambahnya.
Sinergi BP Batam & Pemko Jadi Kunci
Kolaborasi BP Batam dan Pemko Batam diharapkan mampu menjadi solusi nyata. Setiap instansi memiliki peran strategis, mulai dari pemetaan, perencanaan, hingga eksekusi di lapangan.
Jika program berjalan sesuai rencana, masyarakat Batam optimis persoalan banjir yang menghantui setiap musim hujan akan segera teratasi. (cr)


















