Batam, Nagoyapos – Rasa prihatin mendalam disampaikan oleh DPRD Kota Batam menyusul peristiwa tragis ledakan kapal di galangan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Rabu (15/10/2025).
Ledakan tersebut menelan korban jiwa dan menjadi insiden kedua yang terjadi di lokasi yang sama. Hal ini memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya penerapan standar keselamatan kerja di industri galangan kapal.
Dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan, rombongan dewan turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (16/10/2025). Kunjungan itu dilakukan untuk memantau penanganan korban sekaligus memastikan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh.
Setibanya di area PT ASL Shipyard, rombongan DPRD disambut ketat oleh petugas keamanan. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga bertemu dengan Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Capt Luther Jansen, yang turut melakukan peninjauan lapangan.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut. Ia menegaskan bahwa kunjungan pihaknya bertujuan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang maksimal.
“Ini adalah musibah yang sangat memprihatinkan, apalagi ini sudah kejadian yang terulang. Fokus kami adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandis menekankan bahwa DPRD akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta perusahaan untuk tidak lalai dalam penerapan standar keselamatan kerja (K3). Ia menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh lagi terulang di masa mendatang.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen DPRD Kota Batam dalam melindungi hak-hak pekerja dan menekan angka kecelakaan kerja fatal di sektor industri galangan kapal, yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Batam. (cr)


















