Batam, Nagoyapos – Persoalan sampah di Kota Batam kini memasuki fase kritis. Dengan timbulan yang mencapai 1.185,94 ton setiap hari atau setara 432.868 ton per tahun, Pemerintah Kota Batam bergerak cepat menyiapkan strategi besar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Laporan terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam mengungkapkan meningkatnya volume sampah seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi kota. Tantangan pun makin kompleks: armada pengangkut terbatas, fasilitas TPS belum merata, dan kapasitas TPA menyusut drastis.
Pemko Batam Bentuk UPTD Baru dan Terapkan Sistem Pengangkutan Dua Shift
Sebagai respons awal, Pemko Batam telah membentuk UPTD Pengelolaan Sampah di tiga wilayah teknis sesuai Perwako Batam Nomor 99 Tahun 2025.
Sistem pengangkutan kini dijalankan dua shift penuh:
1. 06.00–18.00 WIB: pengangkutan dari sumber sampah ke TPS
2. 18.00–06.00 WIB: pemindahan sampah dari TPS ke TPA Punggur
TPA Punggur sendiri kini beroperasi 24 jam penuh.
DLH saat ini mengoperasikan kompaktor, dumptruck, arm roll, pickup, hingga vacuum sweeper. Namun sebagian armada sudah tidak layak pakai. Karena itu, Pemko Batam menyiapkan penambahan armada pada 2026 serta kajian pembangunan incinerator di TPS baru.
Gotong Royong Massal Digelar di Seluruh Kecamatan
Untuk mempercepat penanganan sampah di titik-titik rawan, Pemko ikut menggerakkan masyarakat melalui aksi gotong royong serentak.
Mulai dari Belakangpadang hingga Galang, ratusan personel dilibatkan: masyarakat, pramuka, komunitas lingkungan, mahasiswa, hingga Satgas Kebersihan.
Amsakar: “Ini Situasi Serius, Tak Bisa Ditangani Secara Biasa”
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kondisi persampahan harus ditangani secara terintegrasi dan tidak bisa ditunda.
“Ini situasi serius. Kita tidak boleh santai melihat kondisi ini. Persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi karena melibatkan banyak pihak,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan Kota Batam 2025, Senin (17/11/2025) malam.
Ia menekankan peran camat dan lurah sebagai ujung tombak koordinasi lapangan. Data, perencanaan, serta pengawasan disebut menjadi kunci keberhasilan.
“Kita tidak bisa membiarkan persoalan ini berlarut. Semua harus bergerak pada ritme yang sama,” tegasnya.
Li Claudia: “Besok Harus Mulai Jalan. Jangan Menunda!”
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meminta seluruh keputusan rapat langsung dieksekusi tanpa menunggu lama.
“Besok sudah mulai ditindaklanjuti. Jangan menunda,” pintanya.
Strategi Besar Penanganan Sampah Batam
Ketua Task Force Penanganan Sampah, Yusfa Hendri, memaparkan langkah-langkah utama yang segera dilakukan:
1. Pembentukan UPTD Pengelolaan Sampah di tiga wilayah teknis
2. Pembangunan tiga TPS baru lengkap dengan incinerator
3. Sistem pengangkutan dua shift setiap hari
4. Akselerasi pemilahan sampah dari rumah tangga
5. Penguatan penegakan Perda
6. Pemetaan kebutuhan sarana/prasarana oleh camat
7. Pendanaan darurat melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)
“Dengan langkah-langkah ini, kita ingin memastikan penanganan sampah berjalan cepat, terukur, dan efektif,” ujar Yusfa. (cr)


















