Waspada! Penipuan Aktivasi KTP Digital Marak di Batam, Pelaku Mengaku ASN dan Gunakan Foto Seragam Resmi

Waspada! Penipuan Aktivasi KTP Digital Marak di Batam, Pelaku Mengaku ASN dan Gunakan Foto Seragam Resmi
Disdukcapil Batam minta warga waspada penipuan aktivasi e-KTP digital (IKD) (ist)

Batam, Nagoyapos – Penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui WhatsApp sedang marak di Kota Batam. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil Batam) mengeluarkan peringatan keras bagi warga agar mewaspadai modus baru ini.

Para pelaku mengaku sebagai petugas pelayanan Disdukcapil, dengan tujuan mengincar data pribadi warga. Mereka bahkan memasang foto profil berseragam ASN untuk meyakinkan korban.

Example 300x600

Salah satu korban, Dedy, nyaris menjadi sasaran penipuan. Pelaku mengarahkan Dedy untuk datang ke Kantor Kecamatan Batam Kota dan mengirimkan tautan aplikasi palsu yang diklaim sebagai panduan pendaftaran KTP Digital.

Modus pelaku juga disertai teknik intimidasi halus, seperti menyebut data keluarga korban belum terdaftar dan menjanjikan proses aktivasi kilat hanya dalam 30 menit untuk satu keluarga.

Kecurigaan Dedy muncul saat ia menanyakan nama Kepala Disdukcapil Batam. Pelaku menjawab “Abraham”, padahal Kepala Dinas saat ini adalah Haryanti Adisthy. Kesalahan ini membuat Dedy sadar bahwa dirinya sedang ditipu dan memutus komunikasi.

Menanggapi laporan ini, Kepala Disdukcapil Batam, Haryanti Adisthy, menegaskan:

“Jika ada telepon atau WhatsApp yang mengatasnamakan Disdukcapil Batam terkait aktivasi IKD, harap diabaikan. Aktivasi IKD tidak pernah dilakukan melalui telepon atau WA.”

Proses aktivasi IKD hanya dilakukan melalui perangkat resmi di kantor dinas atau kecamatan, dengan prosedur keamanan ketat yang terhubung langsung ke sistem pusat. Aktivasi tidak dilakukan melalui link aplikasi di luar Play Store atau App Store.

Masyarakat diminta untuk ekstra waspada:

1. Jangan mudah percaya hanya karena pelaku menggunakan foto profil berseragam ASN.
2. Jangan klik tautan sembarangan.
3. Jangan berikan data pribadi melalui telepon atau WhatsApp.
4. Segera laporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa.

Kasus ini menjadi peringatan bagi warga Batam untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan instansi resmi. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *